Category Archives: Perjanjian Baru

Penghambat Efektifitas Murid 1: Kurang Iman

Lukas 9:37-45 Beberapa jam setelah mengalami peristiwa yang begitu dahsyat dan mulia, murid-murid dihadapkan kepada kegagalan. Para murid gagal mengusir roh jahat yang merasuki seorang anak. Potret realita manusia: hidup yang tidak konsisten, naik turun seperti roller coaster, pergantian antara … Continue reading

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments

Transfigurasi di Tempat Sunyi

Lukas 9:28-36 Mengapa peristiwa transfigurasi Tuhan Yesus ini terjadi di tempat yang sunyi, pada tengah malam, dan tanpa banyak saksi mata? Hanya ada 3 orang murid yang menjadi saksi mata peristiwa ini. Padahal peristiwa ini sangat penting: peneguhan dari Surga … Continue reading

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments

Menurutmu, siapakah Aku ini?

Lukas 9:18-27 Pertanyaan yang paling penting diajukan dalam relasi seseorang dengan Tuhan adalah: “Menurutmu, siapakah Aku ini?”. Orang banyak bisa punya berbagai pendapat, para ulama dan ahli ilmu agama boleh mengajukan bermacam tafsiran, aliran atau sekte atau denominasi dapat menyusun … Continue reading

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments

Ketika Agenda Pribadi Harus Dilepaskan

Lukas 9:7-17 Ciri kehidupan seorang pelayan sejati: orientasi kepada orang lain. Seringkali itu berarti seorang pelayan harus siap dan rela untuk mengesampingkan kebutuhan dan kepentingannya demi melayani kebutuhan orang lain. Seringkali seorang pelayan harus merelakan rencana dan agenda pribadinya berubah … Continue reading

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments

Rahasia Hidup yang Efektif

Lukas 9:1-6 Keberhasilan atau keefektifan sebuah pekerjaan ditentukan oleh 3 faktor utama: otoritas dan kemampuan untuk melakukan pekerjaan, kejelasan misi/tujuan yang harus dicapai, dan cara hidup serta prosedur kerja yang harus dijalankan. Ketiganya harus ada bersama-sama, sebab ketiganya berkaitan dan … Continue reading

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments