Category Archives: Perjanjian Lama

Ketika Tak Berdaya Dalam Kesesakan

Mazmur 88:1-19 da kalanya Tuhan mengijinkan seseorang mengalami penderitaan atau masalah yang sangat besar, yang membuat sangat tertekan, sangat ketakutan, sangat kebingungan, sampai tidak bisa berpikir lagi, sampai tidak berdaya, sampai tidak bisa lagi melakukan apa-apa. Kecuali satu: berseru-seru minta … Continue reading

Posted in Mazmur, Perjanjian Lama, Saat Teduh | 2 Comments

Kedaulatan Tuhan untuk Memilih

Mazmur 87:1-7 erusalem menggambarkan kedaulatan Tuhan. Ada banyak tempat atau lokasi di seluruh Israel, tetapi Tuhan memilih Sion sebagai tempat kediaman-Nya. Sama seperti Ia memilih Abram di antara sekian ribu penyembah berhala di Ur; dan dari satu orang ini Tuhan … Continue reading

Posted in Mazmur, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

Pandangan tentang Tuhan dan Diri Sendiri

Mazmur 86:1-17 etika seseorang menyadari bahwa dia tidak memiliki kekuatan, bahwa dia adalah makhluk yang lemah. Dan berbarengan dengan itu ia menyadari bahwa Tuhan adalah Pribadi yang besar, yang dahsyat, yang berkuasa melakukan perbuatan ajaib; serta Tuhan itu sabar, murah … Continue reading

Posted in Mazmur, Perjanjian Lama, Saat Teduh | 2 Comments

Ketika Tuhan Mulai Memulihkan

Mazmur 85:1-14 uhan mulai memulihkan umat-Nya, setelah Ia memberikan pengampunan atas dosa mereka, dan setelah Ia menghentikan murka-Nya karena pelanggaran mereka. Tetapi, Pemazmur menyadari umat Tuhan masih akan terus memerlukan belas kasihan Tuhan–mereka tidak bisa dengan usahanya sendiri dipulihkan. Proses … Continue reading

Posted in Mazmur, Perjanjian Lama, Saat Teduh | 2 Comments

Berbahagialah Orang Yang Beribadah Kepada Tuhan

Mazmur 84:1-13 capan bahagia “blessed” (esher, diberkatilah, selamat, bergembiralah) bagi: (1) orang yang diam di Rumah Tuhan yang terus memuji-muji Tuhan–ayat 5; (2) orang yang kekuatannya di dalam Tuhan, yang telah mengarahkan hatinya untuk menghadap Tuhan–ayat 6; (3) orang yang … Continue reading

Posted in Mazmur, Perjanjian Lama, Saat Teduh | 2 Comments