Suara Manusia Diklaim sebagai Suara TUHAN

Hakim-hakim 18:1-12

Salah satu bentuk tipuan spiritual adalah: mengklaim mendengar suara TUHAN, dan kemudian mengatakan itu sebagai pernyataan yang dari TUHAN kepada orang lain, padahal orang itu tidak punya otoritas (pentahbisan) yang benar dari TUHAN dan tidak melalui proses pencarian suara TUHAN. Hanya memakai prinsip normatif yang umum, tetapi tidak spesifik–yang semua orangpun bisa mengucapkannya. Tapi diklaim sebagai suara/rhema dari TUHAN. Dan model penyesatan ini disukai oleh orang-orang yang gullible/naif, yang tidak kritis, yang gampang dibujuk/dipengaruhi–asal cocok dengan apa yang ingin didengar.

Continue reading

Views: 44

Posted in Hakim-hakim, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

Klaim/Keyakinan yang Sesat

Hakim-hakim 17:7-13

Ciri kemerosotan spiritual yang lain adalah: mengklaim/menyimpulkan sendiri bahwa TUHAN berkenan atau setuju atau memberkati sesuatu yang diinginkan atau dilakukan, padahal apa yang diinginkan atau dilakukan itu bertentangan dengan prinsip umum hukum TUHAN atau firman TUHAN. Tanpa bertanya dan mendengarkan kebenaran dari TUHAN, seseorang menyimpulkan sendiri bahwa ia sedang berada di jalan yang benar di hadapan TUHAN.

Continue reading

Views: 54446

Posted in Hakim-hakim, Perjanjian Lama, Saat Teduh | 333 Comments

Ciri Kemerosotan: Beribadah Mengikuti Keinginan Sendiri

Hakim-hakim 1:1-6

Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri (ayat 6). Kalimat ini–yang nantai akan diulang beberapa kali–merupakan kesimpulan kondisi umat TUHAN yang mengalami kemerosotan hidup. Kemerosotan spiritualitas yang diikuti atau disertai dengan kemerosotan moralitas, menghasilkan kehidupan yang kacau dan tidak sesuai dengan kehendak TUHAN; tidak hanya di level individu, tetapi di level umat/bangsa.

Continue reading

Views: 82

Posted in Hakim-hakim, Perjanjian Lama, Saat Teduh | 2 Comments

Kehancuran Seorang Perkasa

Hakim-hakim 16:4-20

Quos Deus vult perdere, prius dementat (Those whom God wishes to destroy, he first deprives of reason). Kehancuran seseorang dimulai ketika Tuhan membiarkan dia menjadi lupa diri, entah oleh kesombongan, nafsu, atau apapun juga. Membuatnya menjadi merasa tak terkalahkan, membuatnya merasa tak tersentuh. Membuatnya begitu sombong dan percaya diri, sehingga ketika waktu kehancuran itu tiba, ia bahkan tidak menyadarinya!

Continue reading

Views: 57

Posted in Hakim-hakim, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

Tuhan Bekerja dengan Unik atas Masing-masing Orang

Yohanes 20:19-29 – Ibadah Minggu GKJ Nusukan

Cara Tuhan untuk menolong umat-Nya untuk percaya dam bertumbuh dalam iman itu tidak sama. Ia menemui dan menyatakan Diri-Nya kepada masing-masing orang secara unik sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan orang itu. Yohanes sendiri menjadi percaya “hanya” dengan masuk dan melihat bahwa kubur Yesus telah kosong (Yoh. 20:8). Kepada 2 murid yang berjalan ke Emaus, Tuhan menemui mereka dengan “menyamar” dan berdiskusi tentang Kitab Suci sehingga membuat hati murid-murid itu menyala-nyala (Luk. 24:13-32). Kepada yang lain, Ia memakai pendekatan yang berbeda.

Continue reading

Views: 64

Posted in Homili, Yohanes | 2 Comments