Mati bagi Dosa, Hidup untuk Allah

Galatia 2:15-21

Banyak perdebatan mengenai sampai di mana Paulus menegor Petrus: apakah hanya sampai ayat 14, ataukah penjelasan atau argumentasinya dilanjutkan sebagaimana ditulis di ayat-ayat yang mengikutinya. Itu tidak penting. Yang penting adalah di bagian ini Paulus menjelaskan posisi seorang Yahudi terhadap hukum Taurat setelah ia percaya. Setelah percaya, orang tidak lagi ada di dalam kuasa dosa, tidak lagi diikat oleh Taurat, tetapi ia hidup untuk Allah–Allah yang membenci dosa dan yang memberikan prinsip kebenaran melalui Taurat.

Continue reading

Views: 892

Posted in Galatia, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Mati bagi Dosa, Hidup untuk Allah

Waspada terhadap Kemunafikan

Galatia 2:11-14

Paulus masih membela atau berargumentasi tentang kebenaran Injil yang diberitakannya dan keyakinannya akan Injil tersebut. Dengan cara menceritakan kembali sikapnya yang tegas untuk melaran sikap yang bertentangan dengan Injil Kristus–bahkan sekalipun itu dilakukan oleh seorang pemimpin jemaat, dalam hal ini adalah Rasul Petrus. Paulus menunjukkan bahwa ia berkomitmen menghadapi apapun dan siapapun yang pengajaran atau sikapnya bertentangan dengan Injil yang sejati.

Continue reading

Views: 6537

Posted in Galatia, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 1 Comment

Akuntabilitas dan Transparansi Pelayanan

Galatia 2:1-10

Paulus masih melanjutkan argumen tentang Injil yang diberitakannya sebagai Injil yang benar. Yaitu Injil sebagai satu-satunya jalan keselamatan, tidak perlu ditambah dengan melakukan hukum Taurat orang Yahudi–khususnya sunat. Paulus menjelaskan kembali peristiwa pertemuannya–setelah 14 tahun melayani–dengan para rasul pemimpin di Yerusalem. Bagaimana para pemimpin jemaat ini menerima dan mengkonfirmasi panggilannya dan Injil yang diberitakannya.

Continue reading

Views: 2051

Posted in Galatia, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 1 Comment

Panggilan Pelayanan yang Sejati

Galatia 1:11-24

Pelayanan itu harus berasal dari Tuhan. Manusia–sebagai individu maupun organisasi–tidak bisa menginisiasi dan memulai pelayanan dari diri mereka sendiri. Tuhan yang memilih, memanggil, melengkapi, mengutus, menyertai dan menghasilkan buah. Gerakan atau pelayanan yang berasal dari manusia tidak akan berkenan kepada Tuhan–semulia apapun motif dan niatnya. Sebab ini pekerjaan Tuhan, bukan pekerjaan manusia.

Continue reading

Views: 2461

Posted in Galatia, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 1 Comment

Gentar kepada Firman Tuhan, Cegah Kemurtadan

Galatia 1:6-10

Salah satu–bahkan yang utama–strategi Si Jahat untuk menjatuhkan umat Tuhan adalah melalui pengajaran sesat, mempertanyakan firman Tuhan, membuat orang ragu dan kemudian berbalik dari firman Tuhan. Iblis melakukannya untuk menyesatkan manusia pertama: dimulai dengan pertanyaan: “Tentulah Allah berfirman …” (Kej. 3:1) atau dalam terjemahan lain “Did God really say …” (NIV). Dan strategi itu manjur, banyak orang teperdaya dan menjadi murtad.

Continue reading

Views: 636

Posted in Galatia, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 38 Comments