Membangun Diri Sendiri

Yudas 1:20-21

Berkebalikan dengan cara hidup orang-orang fasik yang menyusup di dalam jemaat itu, Yudas mendorong jemaat untuk: (1) membangun diri mereka sendiri di atas dasar iman yang paling kudus; (2) terus berdoa dalam Roh Kudus; (3) memelihara hidup di dalam kasih Allah; dan (4) menanti-nantikan rahmat Tuhan Yesus untuk hidup yang kekal. Semua dorongan itu menggunakan present tenses , artinya sesutau yang dilakukan terus menerus sebagai cara hidup.

Continue reading

Views: 941

Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Yudas | Comments Off on Membangun Diri Sendiri

Waspadalah, sebab Penyesatan Pasti Datang

Yudas 1:17-19

Penyesatan, ajaran yang salah, dan cara hidup duniawi di tengah jemaat itu bukan sesuatu yang baru. Yudas merunut sejak awal sejarah manusia, akan selalu ada orang fasik yang muncul di antara orang percaya, dan menimbulkan masalah dan perpecahan. Sejak zaman sebelum Musa, pada zaman bangsa Israel, dan sampai di jaman para rasul. Tidak perlu heran, tetapi waspada karena Tuhan sudah menyatakan bahwa mereka akan datang.

Continue reading

Views: 904

Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Yudas | Comments Off on Waspadalah, sebab Penyesatan Pasti Datang

Pemimpin yang Menodai Jemaat

Yudas 1:11-16

Orang-orang fasik itu selalu ada di sepanjang zaman. Menunjukkan bahwa konflik antara Tuhan dan Iblis itu akan selalu ada; menunjukkan bahwa perjuangan melawan dosa itu selelau ada. Termasuk juga di dalam jemaat atau gereja. Yudas memberikan ilustrasi-ilustrasi untuk menunjukkan fakta itu–untuk menyadarkan jemaat dan mengingatkan mereka akan kefasikan yang menyusup di antara umat Tuhan.

Continue reading

Views: 896

Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Yudas | Comments Off on Pemimpin yang Menodai Jemaat

Tunduk kepada Tuhan, Respek kepada Perkara Rohani

Yudas 1:8-10

Jemaat harus waspada kepada kefasikan yang bisa menyusup di tengah-tengahnya. Sekalipun mereka sepertinya hidup[ sebagaimana orang percaya hidup, tetapi akan muncul karakteristik yang menjadipenanda kefasikan mereka. Yudas menyebut ada tiga hal yang mencari firi para penyusup itu: mencemarkan tubuh (secara seksual), menghina kekuasaan Tuhan, dan menghujat (meremehkan) perkara-perkara rohani/sorgawi.

Continue reading

Views: 904

Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Yudas | Comments Off on Tunduk kepada Tuhan, Respek kepada Perkara Rohani

Kebenaran Tuhan Tidak Pandang Bulu

Yudas 1:5-7

Hidup karena dan di dalam anugerah Tuhan tidak berarti bahwa orang percaya bisa sesuka hati mengikuti keinginannya sendiri–mentang-mentang ada jaminan keselamatan dan pengampunan dosa. Di bagian ini, Yudas menunjukkan bahwa Tuhan tidak pernah berkompromi, melainkan tegas terhadap dosa. Ia tidak segan untuk mencurahkan murka-Nya dan menjatuhkan hukuman-Nya yang paling berat kepada siapapun, tanpa pandang bulu: malaikat, umat Tuhan, atau bangsa bukan umat Tuhan.

Continue reading

Views: 900

Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Yudas | Comments Off on Kebenaran Tuhan Tidak Pandang Bulu