Sukacita Illahi yang Dari Dalam

1 Tesalonika 1:6-10

Ada dua ciri kehidupan yang menandai iman yang benar, yaitu pertobatan yang jelas karena medengarkan firman Tuhan dan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus, sehingga memiliki ketekunan untuk taat kepada Tuhan sekalipun harus menghadapi atau berada di tengah kesulitan dan penderitaan. Karena hidup itu adalah kehidupan yang dikerjakan oleh kuasa Allah yang benar-benar tinggl di dalam diri seseorang, yang keluar termanifestasikan dalam cara hidupnya.

Continue reading

Views: 47

Posted in 1 Tesalonika, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Sukacita Illahi yang Dari Dalam

Penginjilan/Pengajaran Firman yang Efektif

1 Tesalonika 1:1-5

Jemaat Tesalonika adalah jemaat pertama di Eropa yang dilayani Paulus setelah menyeberang dan melayani di kota Filipi. Paulus melayani selama sekitar 21 hari (tiga hari Sabat–Kis. 17:2), tetapi sekalipun masa pelayanannya pendek, namun jemaat Tesalonika tumbuh sebagai jemaat yang sehat, bahkan iman mereka sampai dikenal di wilayah yang luas di provinsi Makedonia dan Akhaya (1 Tim. 1:7). Apa rahasianya, sehingga sekalipun hanyasebentar dilayani, namun hidup jemaat ini bertumbuh begitu pesat di dalam Tuhan?

Continue reading

Views: 43

Posted in 1 Tesalonika, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Penginjilan/Pengajaran Firman yang Efektif

Promosi Kebenaran dengan Integritas

3 Yohanes 12-14

Meyakinkan orang lain untuk menerima sesuatu atau seseorang–apalagi ketika hal itu melawan arus opini mayoritas, sehingga bisa menempatkan orang lain dalam posisi yang sulit–tidak boleh sembrono atau asal bunyi, melainkan didasari argumen atau alasan yang masuk akal dan jujur (berintegritas). Dalam bagian ini Yohanes meyakinkan Gaius untuk menerima seseorang, sekalipun banyak orang lain menolaknya.

Continue reading

Views: 44

Posted in 3 Yohanes, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Promosi Kebenaran dengan Integritas

Menghadapi Konflik dengan Kasih dalam Kebenaran

3 Yohanes 9-11

Kesombongan dan keinginan untuk menjadi terkemuka bisa membuat orang menentang pemimpin dan melawan kebenaran. Tidak hanya bersikap memberontak secara individual, tetapi juga bisa sampai menghasut dan mengancam orang lain agar melakukan hal yang sama. Motif ingin menonjol, ingin mendapat nama, dan ingin dilihat/diperhatikan orang adalah hal yang berbahaya. Gereja ternyata juga tidak steril dari orang-orang yang memiliki sikap demikian.

Continue reading

Views: 38

Posted in 3 Yohanes, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Menghadapi Konflik dengan Kasih dalam Kebenaran

Bukti Kasih: Mendukung Hamba-hamba Tuhan

3 Yohanes 5-8

Kadang seorang percaya tidak bisa terlibat langsung di dalam pelayanan (memberitakan injil, menggembalakan, memuridkan)–dengan berbagai situasi dan kondisinya. Namun, ia tetap bisa mendapat bagian sebagai rekan sekerja dalam pelayanan itu, ketika mereka mendukung para pekerja atau hamba Tuhan yang melakukannya–terutama: pekerja atau hamba Tuhan yang memang tidak memperoleh imbalan apa-apa dalam pekerjaan pelayanan mereka.

Continue reading

Views: 46

Posted in 3 Yohanes, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Bukti Kasih: Mendukung Hamba-hamba Tuhan