Memandang Tugas sebagai Milik Tuhan yang Berharga dan Mulia

2 Tesalonika 2:17-20

Karena penganiayaan yang disrtai dengan tindakan kerusuhan dan kekerasan oleh orang-orang Yahudi yang merasa iri, Paulus dan timnya harus meninggalkan kota Tesalonika (Kis. 17:5-10). Dalam kondisi terpisah dari jemaat Tesalonika, Paulus sangat ingin untuk datang menemui jemaat di Tesalonika lagi. Kalau Paulus tiak bisa datang, itu bukan karena ia tidak ingin–sebab ia menyatakan dengan tegas betapa ia sangat merindukan jemaat (ayat 17).

Continue reading

Views: 44

Posted in 1 Tesalonika, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Memandang Tugas sebagai Milik Tuhan yang Berharga dan Mulia

Menerima Firman Tuhan yang Berotoritas dan Berkuasa

1 Tesalonika 2:13-16

Setelah mengingatkan jemaat mengenai bagaimana cara hidup dan cara pelayanannya di antara dan kepada mereka, Paulus kembali membicarakan kehidupan jemaat yang merupakan hasil dari pekerjaan Tuhan melalui pelayanan dan hidup Paulus. Paulus melakukan afirmasi atas kehidupan dan pertumbuhan iman yang telah dicapai oleh jemaat, dengan tujuan untuk memotivasi dan menguatkan hati jemaat yang sedang menghadapi pergumulan.

Continue reading

Views: 55

Posted in 1 Tesalonika, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Menerima Firman Tuhan yang Berotoritas dan Berkuasa

Melayani dengan Teladan dan Ketegasan pada Kebenaran

1 Tesalonika 2:9-12

Paulus mengingatkan jemaat akan sisi lain–yang tidak terpisahkan–dari hidupnya, yang bisa dan telah dilihat dengan nyata oleh jemaat Tesalonika, yaitu bagaimana ia bersikap sebagai seorang bapa: bekerja keras, memberi teladan, menasehati, menguatkan, dan meminta dengan sangat agar jemaat hidup benar di dalam Tuhan.

Continue reading

Views: 46

Posted in 1 Tesalonika, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Melayani dengan Teladan dan Ketegasan pada Kebenaran

Melayani Orang Lain dengan Kasih

1 Tesalonika 2:5-8

Sikap hati yang benar dari seorang hamba Tuhan dinyatakan melalui tindakan dan perilaku yang nyata, yang bisa dilihat atau disaksikan oleh orang lain. Sebab, bagaimana orang bisa melihat motif dan isi hati, kecuali melalui indikator-indikator tindakan yang dapat dilihat dan didengar dan dialami langusung? Pada bagian ini, Paulus mengingat jemaat akan sikap hidup yang ditunjukkannya sebagai cerminan motif hatinya yang tulus.

Continue reading

Views: 59

Posted in 1 Tesalonika, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Melayani Orang Lain dengan Kasih

Sikap Batin Seorang Pelayan Tuhan

1 Tesalonika 2:1-4

Setelah menyatakan apresiasi atas pertumbuhan dan kemajuan iman jemaat Tesalonika, Paulus mengingatkan kembali bagaimana ia dan rekan-rekannya melakukan pelayanan di sana. Pelayanan itu tidak mudah, namun Tuhan memberkati dan memberikan hasil yang baik. Salah satu faktornya adalah: sikap para hamba Tuhan dalam melakukan panggilan pelayanannya.

Continue reading

Views: 50

Posted in 1 Tesalonika, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Sikap Batin Seorang Pelayan Tuhan