Hidup Di Jalan Tuhan

Mazmur 25:1-22

Kalau melihat naskah aslinya, maka ini termasuk jenis mazmur acrostic, di mana setiap barisnya diawali dengan satu huruf dalam aksara Ibrani secara urut. Mazmur ini berisi doa Daud kepada TUHAN, mencerminkan pengenalan Daud akan sifat-sifat TUHAN, dan bagaimana sifat-sifat TUHAN itu yang menjadi dasar permohonannya. Kata yang banyak dipakai selain “TUHAN” adalah “jalan” (derek): cara menjalani hidup, pola kehidupan. Mazmur ini berisi permohonan Daud agar dapat hidup di jalan TUHAN, menjalani hidup sesuai cara TUHAN.

Continue reading

Views: 21

Posted in Mazmur, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

Syarat Menyambut Tuhan

Mazmur 24:1-10

Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Daud menyebut tiga kriteria: (1) yang bersih tangannya; (2) yang murni hatinya, (3) yang tidak menyerahkan jiwanya kepada kepalsuan, dan (4) yang tidak bersumpah palsu. Orang yang seperti itu yang diberkati oleh TUHAN dan diselamatkan oleh keadilan-Nya.

Continue reading

Views: 62

Posted in Mazmur, Perjanjian Lama, Saat Teduh | 6 Comments

TUHAN Adalah Gembalaku

Mazmur 23:1-6

Daud mengawali mazmur ini dengan kalimat: “TUHAN adalah gembalaku.” Daud menggunakan nama TUHAN (YAHWEH), menunjukkan bahwa Daud mengenal dan memiliki relasi yang personal dengan Tuhan. Bukan hanya pengetahuan dan doktrin mengenai Tuhan, tetapi hubungan pribadi dengan-Nya. Apalagi, ketika Daud menyebut TUHAN sebagai “gembalaku“–bukan hanya Gembala Umat Israel, tetapi Gembala bagi Daud secara pribadi.

Continue reading

Views: 77

Posted in Mazmur, Perjanjian Lama, Saat Teduh | 6 Comments

Memilih Hidup

Ulangan 30:11-20 – Kebaktian GKJ Nusukan

TUHAN mengawali dengan pernyataan bahwa apa yang diperintahkan-Nya kepada bangsa Israel tidak terlalu sulit untuk dilakukan atau melampaui kekuatan mereka. Lalu, mengapa naluri di dalam pikiran dan hati saya selalu mengatakan bahwa perintah Tuhan itu sulit dan berat, melampaui kekuatan saya, sehingga wajar kalau saya tidak bisa mentaati-Nya? Memberikan tolelansi/pembenaran atas ketidaktaatan saya dgn meyakini bahwa perintah Tuhan itu terlalu sulit untuj dilakukan.

Continue reading

Views: 70

Posted in Saat Teduh, Ulangan | 2 Comments

Berseru di Tengah Penderitaan

Mazmur 22:1-31

Penderitaan yang sangat berat dialami oleh Pemazmur. Ia dianiaya oleh musuh-musuh yang buas dan tak berbelas kasihan. Penderitaannya menjadi tontonan dan bahan olok-olok di muka umum. Dan lebih berat lagi, ketika ia berseru kepada Tuhan, seolah-olah Tuhan telah meninggalkan dirinya dan tidak menjawab seruannya. Tetapi Pemazmur tidak kehilangan harapan–ia terus berseru kepada Tuhan; karena hanya Tuhan satu-satunya tempat di mana ia bisa pergi untuk mendapatkan pertolongan.

Continue reading

Views: 34

Posted in Mazmur, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment