Category Archives: Saat Teduh

Pemimpin yang Kekal

Hakim-hakim 8:28-35 srael hidup taat dan beribadah kepada Tuhan sepanjang umur Gideon. Namun, begitu Gideon mati, mereka kembali mrlacurkan diri kepada Baal. Komitmen dan iman bangsa ini tidak stabil, tapi menempel kepada pemimpin yg diangkat oleh Tuhan. Padahal, sehebat apapun seorang … Continue reading

Posted in Hakim-hakim, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

Diselewengkan oleh Niat yang Baik

Hakim-hakim 8:22-27 einginan/kerinduan yang besar dalam diri seseorang bisa membuatnya menyeleweng dari jalan Tuhan. Bahkan kerinduan yang “rohani” bisa dibelokkan menjadi sebuah kejahatan/dosa di hadapan Tuhan. Keinginan untuk menjadi orang yang dipakai Tuhan dengan kapasitas tertentu–yang sebenarnya tidak Tuhan kehendaki–bisa … Continue reading

Posted in Hakim-hakim, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

Situasi Menyingkap Watak Asli

Hakim-hakim 8:18-21 uhan kadang mengijinkan sebuah situasi terjadi untuk menyingkapkan sesuatu yang selama ini tersembunyi. Ada orang yang diijinkan untuk diberi kemenangan atau kekuasaan, dengan tujuan supaya watak asli yang selama ini tersembunyi jadi terungkap; juga supaya ketahuan seberapa siap/kapabel … Continue reading

Posted in Hakim-hakim, Perjanjian Lama, Saat Teduh | 6 Comments

Tegas Mendisiplin agar Orang Bertobat

Hakim-hakim 8:10-17 UHAN terus menyertai Gideon dengan kemenangan. Dengan 300 orang pasukan yang sudah kelelahan, TUHAN membuat Gideon bisa mengalahkan pasukan Midian yang jumlahnya jauh lebih besar, yaitu 15.000 orang–ini berarti 1:50. Bukan masalah jumlah, atau perbandingan kekuatan yang menentukan … Continue reading

Posted in Hakim-hakim, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

Menghadapi Sikap Negatif Orang Lain

Hakim-hakim 7:1-9 eberhasilan–bahkan keberhasilan yang dilakukan oleh TUHAN–tidak selalu diberi respons positif oleh orang lain, termasuk orang dari keluarga/komunitas/bangsa sendiri. Respons negatif itu bisa dinyatakan dalam bentuk yang berbeda: protes karena iri hati melihat keberhasilan, sikap tidak mau memberikan bantuan/support … Continue reading

Posted in Hakim-hakim, Perjanjian Lama, Saat Teduh | 2 Comments