Category Archives: Saat Teduh

Ketika Jalanmu Buntu

Kejadian 42:27-43:14 Saudara-saudara Yusuf merasa bahwa jalan hidup mereka semakin sulit, bertubi-tubi masalah menimpa mereka: dicurigai, satu orang ditahan, harus membawa Benyamin ke Mesir, dan sekarang ada potensi masalah lagi, karena mereka bisa dituduh mencuri. Lalu hati mereka menjadi tawar … Continue reading

Posted in Kejadian, Perjanjian Lama, Saat Teduh | 2 Comments

Ujian Pertobatan

Kejadian 42:9-26 Mengapa Yusuf bersikap keras kepada sudara-saudaranya? Mengapa tidak langsung membuka diri? Mengapa Yusuf harus membuat skenario seperti ini? Apakah karena Yusuf mengenal watak saudara-saudaranya yang jahat? Tekanan keadaan kadang dipakai untuk mengeluarkan isi hati seseorang yang sejati. Tekanan … Continue reading

Posted in Kejadian, Perjanjian Lama, Saat Teduh | 2 Comments

Tuhan Menepati JanjiNya

Kejadian 42:1-9 Mimpi pertama Yusuf adalah: ikatan gandum saudara-saudaranya datang dan bersujud kepada ikatan gandum Yusuf. Saudara-saudaranya pernah berkata: “Dan kita akan lihat nanti, bagaimana jadinya mimpinya itu!” (Kej. 37:20). Sekarang, beginilah jadinya mimpi itu! Tuhan menggenapi mimpi yang telah … Continue reading

Posted in Kejadian, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

Antara Karunia dan Watak

Kejadian 41:39-57 Karunia Illahi harus dilambari dengan watak dan karakter yang mulia. Karunia Illahi adalah pemberian–diberoleh bukan karena usaha atau kerja keras seseorang. Karunia Illahi merupakan hak prerogatif Tuhan untuk memberikan apa kepada siapa yang dikehendakiNya. Tetapi watak’ watak adalah … Continue reading

Posted in Kejadian, Perjanjian Lama, Saat Teduh | 6 Comments

Hikmat dari Tuhan

Kejadian 41:1-38 Tuhan bisa menahan pengetahuan dan pengertian kepada semua orang, dan hanya menyatakannya kepada orang yang dikehendakiNya. Tuhan mengatur semua peristiwa di dalam hikmatNya, supaya rencanaNya digenapi. Tuhan bisa membuka jalan dengan cara yang terduga oleh manusia, tetapi itu … Continue reading

Posted in Kejadian, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment