Ibrani 6:1-8
Kemandegan pertumbuhan dalam pengajaran itu memiliki risiko yang besar. Jemaat yang tidak bertumbuh dewasa dalam pengajaran–yang masih juga berkutat dengan doktrin-doktrin yang elementer dan tidak mau berkembang–terancam risiko kemunduran iman, yang apabila dibiarkan berlanjut bisa membuat berpaling dari Tuhan, dan kehilangan kesempatan menikmati hidup sebagaimana semestinya bisa dinikmati oleh orang percaya di dalam Tuhan.
Ayat 1-3. Penulis Ibrani mengajak jemaat untuk maju–tidak lagi kanak-kanak–dengan meninggalkan (tidak lagi mempersoalkan) pengajaran-pengajaran yang sifatnya dasar, tetapi untuk berkembang kepada pengajaran-pengajaran yang lebih dalam, kepada kedewasaan rohani: “leaving the elementary teaching about the Christ, let us press on to maturity” (ayat 1 – NASB).
Umat Tuhan tidak boleh stagnan dalam hal doktrin–hanya berkutat pada pengajaran-pengajaran yang paling dasar/elementer. Tetapi harus bertumbuh untuk memahami dan menerima pengajaran-pengajaran yang lebih dalam, yang merupakan konsumsi orang percaya yang dewasa. Pertumbuhan rohani juga harus mencakup pertumbuhan dalam pemahaman doktrin–yang tentu saja diiringi dengan pertumbuhan dalam watak dan kehidupan. Ini penerapan dari: mengasihi Allah dengan segenap akal budi; perubahan hidup dimulai dari akal budi (Mat. 22:37; Rom. 12:2)
Ayat 4-8. Penulis menjelaskan risiko jemaat apabila mereka tidak bertumbuh di dalam pengajaran ini: mereka mengalami kemunduran hidup di dalam Tuhan–yang tidak progress akan regress. Dan ini adalah kondisi yang sangat serius, ketika kemunduran itu dibiarkan dan orang kemudian meninggalkan imannya kepada Kristus, maka ia tidak bisa diperbaharui kembali (direstorasi) kepada pertobatan.
Penulis menggunakan ilustrasi tanah: tanah yang sudah diairi dengan limpah, diharapkan menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi petani yang menggarapnya. Tetapi, kalau setelah diairi tanah itu justru menghasilkan semak dan rumput duri, maka tanah itu tidak berguna, dan berakhir dengan pembakaran.
Bagian ini tidak mengajarkan tentang kemungkinan seorang yang sungguh telah percaya bisa kehilangan keselamatannya. Tetapi, ketika seorang percaya membiarkan dirinya mengalami kemunduran, dan sampai pada titik ia berpaling dari Tuhan–maka ia kehilangan kesempatan untuk mengalami kemuliaan hidup yang seharusnya bisa diterimanya, dan hidupnya menjadi hidup yang tidak berguna.
Penerapan:
Saya bersyukur kepada Tuhan karena belas kasihan dan kemurahan-Nya, sehingga menyelamatkan saya dari kerusakan hidup yang total. Di dalam kekudusan dan keadilan-Nya, Tuhan menutup satu aspek panggilan, tetapi masih mengijinkan untuk terus bertumbuh dalam aspek-aspek panggilan yang lain.
Views: 1