Category Archives: Perjanjian Baru

Tujuan Pewahyuan: Agar Ditaati oleh Pendengarnya

Wahyu 1:1-3 emua pernyataan Tuhan diberikan bukan sekedar untuk mermuaskan rasa ingin tahu, atau membuka wawasan; tetapi untuk diperhatikan dan ditaati. Ada berkat Tuhan yang tersedia bagi mereka yang membaca, mendengar dan menuruti pernyataan Tuhan yang disampaikan. It is most … Continue reading

Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu | Comments Off on Tujuan Pewahyuan: Agar Ditaati oleh Pendengarnya

Pegangan Iman: Segala Yang Baik Berasal dari Tuhan

Ibrani 13:18-25 idup Kristen diawali dengan kasih karunia, dijalani dengan kasih karunia, dan diakhiri dengan kasih karunia juga. Tidak ada satupun di dalam seluruh proses dan aspek kehidupan orang percaya yang berasal dari dirinya atau upayanya sendiri, sebab ia sudah … Continue reading

Posted in Ibrani, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Pegangan Iman: Segala Yang Baik Berasal dari Tuhan

Jemaat yang Beriman: memuji Tuhan, Berbuat Baik, dan Menundukkan Diri

Ibrani 13:15-17 rang percaya menyatakan imannya dengan sikap yang berkenan kepada Tuhan di tengah kehidupan berjemaat. Ditunjukkan dengan hidup yang memuji Tuhan, berbuat baik, dan saling berbagi dengan saudara seiman. Serta menjadi anggota jemaat yang tidak “sulit”; yaitu yang taat … Continue reading

Posted in Ibrani, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Jemaat yang Beriman: memuji Tuhan, Berbuat Baik, dan Menundukkan Diri

Sumber Pertumbuhan Iman adalah Anugerah Tuhan

Ibrani 13:9-14 da ajaran yang memberi tekanan kepada ritual dan aturan tentang makanan (apa yang tidak boleh dimakan dan yang dianjurkan untuk dimakan)–seolah ritual dan aturan makanan itu yang memberi pertumbuhan rohani dan menguduskan orang. Padahal pengudusan dan pertumbuhan itu … Continue reading

Posted in Ibrani, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Sumber Pertumbuhan Iman adalah Anugerah Tuhan

Belajar dari Iman Para Pemimpin Rohani

Ibrani 13:7-8 alam Perjanjian Lama, berkali-kali TUHAN memerintahkan agar dibangun sebuah monumen untuk mengingat peristiwa masa lampau dan sebagai media mengajar generasi yang akan datang. George Santayana menyatakan “Those who cannot remember the past are condemned to repeat it“. Mengingat … Continue reading

Posted in Ibrani, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Belajar dari Iman Para Pemimpin Rohani