Menjaga Pengajaran yang Benar

1 Timotius 20-21

Godaan seorang pemimpin adalah: kehilangan fokus dari panggilan atau misi utama. Ada terlalu banyak hal yang ditawarkan oleh lingkungan. Dalam hal prinsip atau doktrin, ada banyak tawaran untuk membahas hal-hal yang fancy, sensasional, kontemporer–yang sesungguhnya berasal dari tata nilai dan cara berpikir duniawi. Paulus memberikan peringatan sekaligus petunjuk kepada Timotius agar setia dengan doktrin yang benar, di tengah gelombang macam-macam pengajaran yang melanda jemaat.

Ayat 20. Paulus, secara pribadi–dengan menyebut nama Timotius meminta dua hal untuk dilakukan: Pertama, menjaga apa yang sudah dipercayakan oleh Tuhan kepadanya: pengajaran yang benar. “Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah. Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.” (1 Kor. 4:1-2).

Kedua, Timotius harus menghindari diksusi atau percakapan duniawi yang kosong (babbling: ocehan tak bermakna dan tak berguna) dan perdebatan/kontroversi yang berkembang dan dilabeli sebagai “ilmu” atau “pengetahuan”–karena itu semua omong kosong dan tidak ada hubungannya, bahkan akan membuat orang berpaling kepada kebenaran Tuhan.

Ayat 21. Alasan Paulus: ada beberapa orang di antara jemaat yang terjerumus ke dalam perdebatan dan pencarian “ilmu pengetahuan” itu, dan bahkan mengajarkannya kepada orang lain, sehingga mereka telah menyimpang dari iman. Timotius harus fokus kepada hal-hal yang penting, yang mendasar sesuai kehendak Tuhan. Fokus kepada hal-hal yang fundamental itu mungkin akan membuat dicap sebagai kuno atau tidak maju atau tidak kontekstual atau tidak related oleh dunia ini–tetapi itu akan menjaga gar tidak penyimpangan dari iman.

Penerapan:
Fokus untuk tetap memegang dan menghidupi prinsip-prinsip kebenaran Firman Tuhan yang sudah diterima.

Views: 3

This entry was posted in 1 Timotius, Perjanjian Baru, Saat Teduh. Bookmark the permalink.