Category Archives: Perjanjian Lama

Memegang Janji Tuhan

Kejadian 15:1-21 Abram telah menerima janji Tuhan. Namun keadaan yang ada membuatnya bertanya dan ragu, bagaimana Tuhan akan menggenapi janjiNya. Tuhan bertundak dengan memberikan peneguhan kepada Abram. Tuhan ingin agar Abram mempercayai dan berpegang kepada janjiNya. Tuhan tidak ingin Abram … Continue reading

Posted in Kejadian, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

Menjadi Garam dan Terang

Kejadian 14:1-24 Abraham melibatkan diri di dalam urusan penduduk Kota Sodom, karena ia tergerak mendengar Lot mengalami masalah. Sekalipun penduduk Sodom itu sangat jahat di hadapan Tuhan, namun Abraham tidak tinggal ketika ada persoalan yang menimpa. Bagaimana orang percaya melibatkan … Continue reading

Posted in Kejadian, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

Pengambilan Keputusan

Kejadian 13:5-18 Keputusan yang diambil hari ini bisa punya dampak panjang di masa depan. Karena itu, diperlukan cara pengambilan keputusan yang benar. Lot memutuskan dan memilih, ternyata pilihannya kelak terbukti keliru. Abraham mengikuti metode Illahi, dan ia diberkati oleh Tuhan. … Continue reading

Posted in Kejadian, Perjanjian Lama, Saat Teduh | 2 Comments

Kepastian di dalam Tuhan

Kejadian 11:10-13:4 Abraham dipanggil untuk meninggalkan negerinya, keluarganya, dan rumah bapanya ke negeri yang akan ditunjukkan Tuhan kepadanya. Abraham melepaskan negeri, keluarga, dan rumah bapanya (hak waris)–sesuatu yang saat itu sudah dimiliki, dan sudah jelas eksistensinya, dan pergi sebagai pengembara … Continue reading

Posted in Kejadian, Perjanjian Lama, Saat Teduh | 2 Comments

Kreativitas bagi Tuhan

Kejadian 10:1-11:9 Hanya dari 8 orang, yaitu keluarga Nuh, lahir begitu banyak bangsa dan kaum yang tersebar memenuhi bumi. Manusia berreprouksi sehingga jumlahnya berlipatganda. Pelipatgandaan jumlah manusia adalah keinginan Tuhan, namun perkembangan hidup mereka tidak selalu seturut dengan kehendak Tuhan. … Continue reading

Posted in Kejadian, Perjanjian Lama, Saat Teduh | 2 Comments