Author Archives: Mathetes

Live in, led by, and keep in step with the Spirit

Paulus menyatakan bahwa kemerdekaan di dalam Kristus diberikan tidak untuk disalahgunakan untuk memanjakan keinginan daging (sinful nature), namun untuk mengaplikasikan kasih. “So I say, live by the Spirit, and you will not gratify the desires of the sinful nature … But … Continue reading

Posted in Galatia, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments

Bukan lagi budak

“So you are no longer a slave, but a son; and since you are a son, God has made you also an heir. ” (Galatians 4:7). Seorang anak yang belum dewasa harus tunduk di bawah berbagai macam aturan. Namun, ketika … Continue reading

Posted in Galatia, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Hidup Rohani vs Kedagingan

“Are you so foolish? After beginning with the Spirit, are you now trying to attain your goal by human effort?” (Gal. 3:3). Bagaimana melanjutkan perjalanan untuk mencapai kedewasaan rohani bukan dengan menggunakan kekuatan atau cara manusia? Bagaimana mencapai tujuan hidup … Continue reading

Posted in Galatia, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 6 Comments

Ketika reputasi dan relasi berhadapan dengan kebenaran

Petrus ditegur dimuka umum karena ia dinilai telah melakukan tindakan yang munafik. Petrus tidak ingin orang dari memiliki penilaian negatif tentang dirinya; ia ingin menjaga nama baiknya–namun dengan cara yang salah. Dampaknya menjadi sangat kuat karena Petrus dipandang sebagai pemimpin; … Continue reading

Posted in Galatia, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Who am I?

“Paul, an apostle–sent not from men nor by man, but by Jesus Christ and God the Father …” (Gal. 1:1) Kesadaran akan identitas/jati diri akan mempengaruhi kehidupan: cara pandang, cara berpikir, tata nilai, tindakan, dan perilaku. Paulus sadar penuh akan … Continue reading

Posted in Galatia, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 6 Comments