Hukuman Atas Sumber Kesesatan dan Dosa

Wahyu 18:1-24

Pada waktunya, sistem agama, sistem politik, dan sistem ekonomi yang melawan Tuhan, dan yang membuat orang memberontak dan tidak menyembah Tuhan, suatu saat akan dihancurkan oleh Tuhan. Sumber kejahatan, sumber penyesatan, sumber kenajisan, dan sumber penganiayaan kepada umat Tuhan akan dihakimi dan diruntuhkan sehingga tidak ada sisanya. Semua orang yang melihat akan menjadi ngeri sehingga menonton dari jauh sambil meratapinya.

Ayat 1-3. Yohanes melihat seorang malaikat lain turn dari sorga, malaikat ini memeiliki kekuasaan besar dan bumi menjadi terang oleh kemuliaannya. Ia berseru: menyatakan bahwa Kota babel sudah rubuh. Yaitu kota yang menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan semua burung najis yang dibenci; karena semua bangsa dan penguasa dan pedagang telah berbuat cabul dengannya. Deklarasi kehancuran kuasa kegelapan, sumber segala dosa dan pemberontakan kepada Tuhan.

Ayat 4-8. Ada suara lain dari sorga berkata: agar umat Tuhan tidak mendekat dan tidak terlibat dengan Kota Babel ini, supay atidak mengambil bagian dari dosanya. Sebab dosanya sudah bertimbun-timbun di hadapan Tuhan, dan Tuhan pasti akan membalas semua dosa itu dua kali lipat. Tuhan akan membalaskan setimpal dengan kenikmatan, kekayaan, dan kemuliaan yang telah dia nikmati. Dua kali lipat! Sebab merasa bangga, merasa kuat, merasa tidak akan kena malapetaka. Tuhan akan menghukum dua kali lipat dan mencurahkan hukumannya dalam satu hari saja!

Warren Wiersbe mengindentifikasi ada tiga dosa yang dilakukan oleh Kota Babel ini, yang membuat dosanya bertumpuk-tumpuk sehingga akan dimurkai oleh Tuhan: (1) penyembahan berhala, membuat orang tidak menyembah Tuhan, tetapi memberontak dan menolak untuk menyembah Tuhan ynag benar, Tuhan Semesta Alam; (2) kesombongan: merasa kuat, merasa dicintai, merasa mulia, merasa berkuasa, merasa tidak akan bisa disentuh dengan kesulitan atau malapetaka; (3) memuja kesenangan/kenikmatan dan kemewahan: mengejar keinginan daging, memuja kesenangan dan kemewahan duniawi.

Ayat 9-19. Semua yang selama ini mengikuti Kota Babel, yang mencari kekuasaan dan keuntungan dan kesenangan daripadanya, sekarang semua pergi meninggalkannya dan meratapinya. Raja-raja, pedagang-pedagang, nakhoda-nakhoda, yang pernah mendapatkan kekuasaan, menikmati kesenangan, dan memperoleh keuntungan darinya, akan menjauhkan diri, meninggalkan dia, dan meratapi dengan ngeri sebab melihat murka Tuhan dicurahkan atasnya.

Ayat 20-24. Kemudian, suara dari sorga itu mengajak penghuni sorga (makhluk sorgawi) dan semua orang kudus, dan para nabi, dan para rasul, untuk bersuka cita, sebab Tuhan telah menjatuhkan hukuman kepada Babel karena mereka. Demi orang-orang percaya, Tuhan membalas dan menghukum Babel. Hukuman itu akan diberikan dengan sangat keras sehingga Babel tidak akan bisa ditemukan lagi.

Kehancuran total akan menimpa Babel, sehingga tidak akan ada lagi eksistensinya, tidak akan ada lagi sukacita dan pesta, tidak akan ada lagi pembangunan atau industrik, tidak akan ada lagi cahaya lampu, tidak akan ada lagi pernikahan dilakukan. Semua aktivitas yang bisa dikerjakan akan berhenti dan tidak akan dilakukan lagi, karena kehancuran total yang dialami babel oleh hukuman Tuhan. Sebab Babel sudah menyesatkan bangsa-bangsa, dan telah membunuh orang-orang kudus!

Penerapan:
Tuhan, genapilah pengukuman dan pembalasanmu atas mereka yang berdosa dan menjadi sumber kesesatan serta sumber penderitaan umat-Mu. Tegakkanlah keadilan dan kebenaran-Mu. Balaskanlah kejahatan mereka karena kami yang percaya kepada-Mu.

Views: 0

This entry was posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu. Bookmark the permalink.