Wahyu 16:10-16
Tuhan melakukan sesuatu untuk single out, menunjukkan kepada semua orang bahwa ada target yang dibedakan-Nya. Pada zaman Musa, umat Tuhan di Gosyen, diberi perlakukan atau perlindungan khusus supaya semua orang melihat bahwa mereka diistimewakan oleh Tuhan. Di akhir zaman, Tuhan juga akan menujukkan hukuman khusus kepada Antikristus dan kerajaannya supaya semua orang melihat bahwa mereka bukan dari Tuhan. Supaya mata orang terbuka, melihat perlakukan khusus Allah, dan menyembah Dia dan berbalik kepada-Nya.
Ayat 10. Cawan 5: murka Allah ditumpahkan ke atas takhta binatang (Antikristus), ke atas kerajaannya berupa kegelapan. Dan bersama dengan kegelapan itu, ada kesakitan yang besar sampai mereka–Antikristus dan pemerintahannya (?) menggigit lidah mereka karena kesakitan. Selian itu juga ada wabah bisul yang menerpa mereka.
Murka Allah secara khusus ditujukan kepada tempat Antikristus memerintah. Tidak jelas di mana lokasi takhta Antikristus ini, apakah di Yerusalem–di mana ia mendirikan patungnya untuk disembah? Ataukah di Roma, sebagaimana penafsiran beberapa ahli Alkitab? Di manapun itu, Tuhan menjadikannya sebagai target (single out), sehingga semua orang–seluruh dunia–bisa melihat bahwa Antikristus dan pemerintahannya dilawan oleh Tuhan dan sedang dihancurkan oleh Tuhan.
Paralel dengan apa yang terjadi di Mesir waktu itu, di mana Tuhan menimpakan kegelapan yang sangat pekat ke atas seluruh Mesir, kecuali di tanah Gosyen–tempat tinggal umat-Nya (Kel. 10:22-23), supaya semua orang melihat bahwa Tuhan memperlakukan umat-Nya dengan berbeda; pada cawan murka ke 5 ini, Tuhan hanya membuta kota Antiristus yang gelap, sementara bagian dunia yang lain tetap terang–untuk menunjukkan kepada semua orang bahwa Antrikristus ditarget oleh murka Tuhan.
Di dalam murka-Nya, Tuhan masih memberikan arah atau petunjuk atau isyarat kepada manusia tentan isi hati-Nya, seupaya mereka melihat sikap Tuhan, sehingga mereka bertobat dan berbalik kepada-Nya, setelah melihat bagaimana Tuhan menyatakan perlawanan dan murkanya secara khusus kepada Antikristus–menunjukkan bahwa pemerintahan yang mereka kira benar dan kuat itu ternyata salah dan rapuh di hadapan Tuhan.
Ayat 11. Sekalipun mengalami kegelapan, kesakitan, dan bisul menerjang mereka, tetapi Antikristus dan manusia yang di bawah pemeirntahannya tetap saja tidak mau bertobat. Mereka menghujat Allah yang di sorga karena kesaktan dan bisul mereka, tetapi mereka tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan mereka.
Ayat 12. Cawan 6: isi cawan dicurahkan ke atas sungai yang besar, yaitu sungai Efrat, sehingga kering airnya. Itu memberikan jalan kepada raja-raja yang akan datang dari Timur. Cawan itu tidak menujukkan ada murka Tuhan, tetapi membuka jalan kepada peperangan yang akan terjadi antara pasukan Antrikristus melawan Tuhan.
Sungai Efrat sering disebut dalam Alkitab sebagai batas di sebelah timur Tanah Perjanjian. Dengan keringnya sungai Efrat maka negara-negara yang ada di sebelah Tmur Israel dibukakan jalan, dibukakan pintu. Kalau selama ini Tuhan menetapkan agar jalan untuk menyerang itu ditutup, maka menjelang kedatangan Tuhan Yesus, Tuhan mengijinkan pembatas itu dibuka bagi bangsa-bangsa untuk menyernag Tanah Perjanjian.
Ayat 13-16. Yohanes kemudian melihat bahwa dari mulut naga (Iblis) dan binatang (Antikristus) dan nabi palsu itu keluarlah tiga roh najis menyerupai katak. Ini adalah roh-roh yang pergi untuk mempengaruhi raja-raja di seluruh dunia, menghasut mereka, untuk datang dan bergabung memerangi umat Tuhan di Tanah Perjanjian di hari yang sudah dijadwalkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa. Mereka akan mengumpulkan pasukan dari semua negara-negara itu di tempat yang disebut Harmagedon.
Tuhan seolah membuka keleluasaan kepada kekuatan-kekuatan yang jahat untuk berkumpul dan mengadakan kerusakan yang mengancam umat-Nya, tetapi sebenarnya Ia sedang membuka jalan atau alasan bagi mereka untuk berkumpul di satu tempat, sehingga Tuhan akan mengalahkan dan menghancurkan mereka bersama-sama sekaligus.
Ayat 15. Yohanes mengutip firman Tuhan: “Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya.”
Pekerjaan Tuhan–khususnya kedatangan Tuhan untuk menyatakan murka-Nya–itu tiba-tiba, tidak terduga, tidak diketahui kapan tepatnya. Tetapi, Ia pasti datang! Tuhan memberkati orang yang menantikan, yang mengantisipasi, yang berjaga-jaga. Semoga Tuhan berkenan dengan apa yang sedang saya kerjakan: mengantisipasi, menantikan, dna mengharapkan kedatangan Tuhan untuk menyatakan keadilan-Nya dan pembalasan-Nya kepada mereka yang telah berbuat jahat.
Berjaga-jaga berarti menerima dan meyakini bahwa janji Tuhan akan ditepati. Berarti terus mengingat-ingat dan mengulang janji Tuhan itu, tidak membiarkannya hilang atau dilupakan; melainkan terus memegangnya dan mengafirmasinya. Berarti mengharapkan dan mendoakan agar Tuhan menggenapi janji-Nya. Berarti terus memperhatikan perkembangan situasi, melihat bagaimana Tuhan membuka jalan kepada penggenapan janji-Nya. Berarti menyiapkan diri untuk menyambut penggenapan janji Tuhan.
Penerapan:
Bersyukur bahwa 3,5 masa itu sudah dijalani sampai hari ini. Masa yang dinyatakan Tuhan sebagai masa perjalanan di padang gurun, penuh tanjakan dan kesulitan, tapi di dalamnya tetap ada kemurahan dan pemeliharaan Tuhan. Dan sekarang, masuk masa yang baru, masa di mana Tuhan akan menyatakan keadilan-Nya supaya semua orang melihat dan menjadi gentar kepada-Nya.
Views: 0