Wahyu 15:1-8
Menjelang pencurahan murka Tuhan yang terakhir, Tuhan menyatakan kamuliaan-Nya dan seluruh umat Tuhan memuji dan menyembah Tuhan menyangikan nyanian Musa dan nyanyian Anak Domba: pujian kepada Tuhan yang telah melakukan pekerjaan ajaib dan dahsyat untuk menyelamatkan umat-Nya. Suasananya seperti ketika Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya di peresmian Kemah Suci Musa dan Bait Allah Salomo. Setelah semua persiapan selesai, sekarang saatnya Tuhan mengakhiri semuanya!
Ayat 1. Yohanes melihat tanda lain di langit, tanda yang besar dan ajaib, yaitu: tujuh malaikat dengan tujuh malapetaka terakhir dari Allah. Para malaikat itu membawa tujuh cawan yang berisi murka Allah yang akan dicurahkan ke atas bumi.
Ayat 2-4. Kemudian Yohanes melihat seperti lautan kaca bercampur api dai di tepi lautan itu berdiri orang-orang yang telah mengalahkan binatang dan patungnya dan simbol angka 666. Mereka adalah roh orang-orang percaya di masa Kesulitan Besar yang tetap setia kepada Tuhan, tidak menyembah Antikristus, dan yang mengalami penganiayaan dan kematian dalam masa kekuasaan Antikristus.
Orang-orang ini membawa kecapi Allah, dan mereka menyanyikan nyaian Musa dan nyanyian Anak Domba: pujian kepada kebesaran dan keajaiban pekerjaan Tuhan, pujian tentang keadilan dan kebenaran Tuhan, bahwa semua bangsa takut akan Tuhan dan memuliakan Tuhan. Sebab hanya Tuhan saja yang kudus, dan karenanya semua bangsa menyembah Tuan “sebab telahnyata kebenaran segala penghakiman-Mu.”
Apa yang dilihat Yohanes mirip dengan apa yangterjadi pada waktu Tuhan membebaskan orang Israel dari Mesir. Di tepi laut Merah, Musa dan orang Israel memuji Tuhan: isinya Tuhan telah menyelamatkan mereka dengan kuat kuasa-Nya: “Siapakah yang seperti Engkau, di antara para allah, ya TUHAN; siapakah seperti Engkau, mulia karena kekudusan-Mu, menakutkan karena perbuatan-Mu yang masyhur, Engkau pembuat keajaiban?” (Kel. 15:11).
Di sini orang percaya menyanyikan pujian kepada Tuhan yang membebaskan mereka dari penindasan Antikristus, dan Tuhan yang melakukan pekerjaan ajaib dan besar untuk menghukum dan mengalahkan musuh-musuh-Nya. Seperti Tuhan membebaskan Israel dengan tangan-Nya yang kuat untuk mengalahkan Firaun dan dewa-dewa Mesir, demikianlah Tuhan membebaskan umat-Nya dengan murka-Nya yang besar atas Antikristus dan semua pengikutnya.
Ayat 5. Kemudian Yohanes melihat orang membuka Bait Suci yang di sorga, lalu ketujuh malaikat keluar dari Bait Suci. Satu dari eempat makhluk sorgawi memberikan cawan kepada masing-masing malaikat itu. Tiap-tiap cawan penuh berisi murka Allah yang kekal. Dan Bait Suci penuh dengan kemuliaan Allah sehingga tidak ada seorangpun dapat memasukinya sebelum ketujuh malapetaka itu berakhir.
Ini melambangkan bahwa puncak pekerjaan Tuhan dan pernyataan kemuliaan Tuhan siap untuk dinyatakan. Mengingatkan kepada ketika Musa membangun Kemah Suci dan Salomo mendirikan Bait Suci–ketika keduanya telah selesai dan dilakukan ibadah untuk mendedikasikannya kepada Tuhan, Tuhan menyatakan diri dengan memenuhinya dengan kemuliaan-Nya, sehingga tidak ada yang sanggup berada di dalamnya (Kel. 40:34-35; 2 Taw. 7:1-4).
Persiapan dan pembangunan Bait Suci yang berjalan sekian lama, akhirnya sampai kepada waktunya di mana Tuhan menyatakan Diri-Nya: saat di mana Tuhan hadir untuk bertakhta dan memerintah–kehadiran yang dapat dirasakan dan dialami secara nyata oleh umat Tuhan. Tuhan menepati janji-Nya, untuk pada waktunya, ketika semuanya sudah genap, menyatakann kemuliaan-Nya!
Penerapan:
Ya Tuhan, genapkanlah pekerjaan-Mu yang telah berjalann sekian tahun lamnaya dalam hidup kami. Perkenankan kami untuk melihat pernyataan kekudusan-Mu, kebenaran-Mu, keadilan-Mu, dan kekudusan-Mu; dengan pencurahan murkamu kepada mereka yang telah berdosa dan tidak mau bertobat.
Views: 4