Tuhan Setia dengan Pilihan-Nya

Wahyu 14:1-5

Sesungguhnya, keselamatan adalah pekerjaan Tuhan. Manusia tidak bisa menentukan apakah seorang itu selamat atau tidak hanya dengan melihat hidupnya sekarang. Sebab Tuhan itu setia. Sekali Ia memutuskan untuk memilih seseorang untuk diselamatkan, maka Tuhan akan menepati janji-Nya, dan akan memastikan keselamatan orang itu. Sebab keselamatan itu adalah di tangan Tuhan, bukan di tangan manusia.

Ayat 1. Yohanes melihat Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama dengan Dia 144.000 orang yang percaya, yang telah dimeteraikan dengan nama Kristus dan nama Allah Bapa. Ini adalah orang-orang Israel yang menjadi percaya pada masa Kesusahan Besar, mewakili setiap suku dari Israel, yaitu umat pilihan Allah. Mereka orang-orang pilihan yang dijagai oleh Tuhan di masa Kesusahan Besar itu.

Ayat 2-3. Orang-orang ini menyanyikan nyanyian baru di hadapan takhta Allah dan tak seorangpun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain daripada 144.000 orang itu. Nyanyian mereka bergemuruh di langit seperti desau air bah, dan seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya.

Ayat 4-5. Mereka adalah orang-orang yang terpilih, yang tidak mencemarkan diri, yang murni, yang mengikuti Anak Domba ke mana saja Ia pergi. mereka adalah korban sulung bagi Allah dan bagi anak Domba. Dari dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela.

Tuhan menggenapi janji-Nya. Ia yang telah memilih Israel sebagai umat pilihan untuk melakukan rencana penyelamatan semua manusia, sekarang Israel juga mendapat bagian di dalam penebusan Tuhan. Bangsa yang selama ribuan tahun terus berontak kepada Tuhan, dan sampai membunuh Mesias, sekarang diselamatkan oleh Tuhan. Tuhan tidak ingkar janji, Tuhan setia–alat yang dipakai sebagai saluran keselamatan juga mendapat bagian dalam keselamatan itu.

Penerapan:
Masih selalu ada pengharapan keselamatan, bahkan bagi mereka yang terus-menerus memberontak kepada Tuhan. Kalau Tuhan berkehendak, Tuhan akan menyelamatkan dia.
Terpujilah Tuhan yang setia dengan keputusan pemilihan-Nya.

Views: 1

This entry was posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu. Bookmark the permalink.