Betapa Besar Kasih Allah: Membuka Kesempatan Bertobat Sampai Titik Terakhir

Wahyu 14:6-13

Tuhan terus memberi kesempatan kepada manusia untuk bertobat, sampai titik terakhir kesempatan itu ada. Tuhan menggunakan segala dan semua cara–halus atau keras, membujuk atau mengancam, natural atau supranatural–supaya orang sadar dan bertobat. Kasih-Nya yang begitu besar membuat Tuhan tidak berhenti untuk tetap memberi peluang agar orang diselamatkan–selama garis batas kematian belujm terlewati, kesempatan itu masih terus disediakan.

Ayat 6. Yohanes melihat satu malaikat terbang di tengah-tengah langit dan membawa Injil untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi: kepada seluruh dan setiap orang yang masih tertinggal di bumi. Malaikat itu berseru: agar manusia takut dan menyembah Tuhan, sebab sebentar lagi akan tiba saat penghakiman-Nya. Ini kesempatan terakhir untuk manusia bertobat.

Mengapa sekarang Tuhan mengutus malaikat untuk memberitakan Injil? Padahal sebelumnya amanat pemberitaan Injil itu diberikan khusus kepada manusia yang sudha percaya? Karena waktunya sudah tidak cukup untuk memakai proses yang “alami”–jumlah populasi di bumi masih sekitar separo, dan waktunya tidak cukup untuk memberitakan Injil kepada semuanya, bila memakai cara manusia.

Tuhan memakai semua cara untuk menyatakan keselamatan-Nya kepada manusia–semua cara! Sampai detik-detik terakhir murka Tuhan itu siap untuk dicurahkan, Tuhan masih memberi kesempatan–dan tidak pasif, melainkan memakai cara yang aktif dan supranatural untuk mengundang manusia agar bertobat. Menunjukkan betapa besar kesabaran dan belas kasihan Tuhan: memberi waktu sampai detik terakhir.

Seperti pernyataan Tuhan melalui Rasul Petrus: “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.” (2 Pet. 3:9).

Ayat 8. Seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit, menyusul malaikat yang pertama. tetapi berita yang disampaikan adalah pernyataan tentang kekalahan Si Jahat: “Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, yang telah memabukkan segala bangsa dengan anggur hawa nafsu cabulnya.”

Berita dari malaikat ini menubuatkan apa yang akan segera terjadi (Wah. 18:1-24) di mana sistem pemerintahan dan agama yang dibangun oleh Si Jahat selama ini–yang puncaknya akan dipegang oleh Antikristus akan di runtuhkan sama sekali oleh Tuhan. Tuhan akan menghancurkan semua sistem dunia yang dijalankan oleh Si Jahat di bumi.

Ayat 9-11. Kemuidian ada malaikat yang ketiga, terbang menyusul dua malaikat sebelumnya dan berkat adengan suara nyaring berisi peringatan keras: barangsiapa menyembah Antikristus dan menerima tanda di dahi atau tangannya akan menerima murka dari Tuhan–murka yang murni/maksimal (tidak ada unsur belas kasihan di dalamnya): mereka akan disiksa dalam api untuk selamanya.

Pesan Tuhan secara universal dan supranatural kepada manusia yang maish tinggal di bumi: agar mereka bertobat dan tidak menyembah Antikristus, sebab itu akan mendatangkan murka Tuhan yang maksimal atas mereka. Tuhan menggunakna ancaman hukuman untuk mendorong orang agar bertobat dan berbalik kepada-Nya.

Ayat 12-13. Yohanes melihat itu semua dan menuliskan bahwa yang penting ialah: ketekunan orang-orang kudus yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus. Dan kemudian ia mendengar suara dari sorga: “Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini. Sungguh, supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.”

Ini adalah penghiburan dan penguatan kepada orang percaya, secara khusus ditujukan kepada orang yang percaya ditengah segala Kekusahan Besar yang trerjadi di bumi menjelang kedatangan Tuhan. Secara tersirat terkandung makna: mereka yang baru bertobat di masa itu akan mati karena penganiayaan Antikristus, tetapi mereka akan masuk ke dalam kebahagiaan sebab bisa beristirahat dari semua kesesakan mereka selama di bumi.

Ini akan menjadi kontras dengan mereka yang tetap berkeras hati untuk menolak Tuhan, dan memilih mengikuti Antikristus. Di mana nasib mereka adaqlah: akan menerima murka Allah secara penuh dan mengalami penderitaan dan siksaan sampai selama-selamanya. Menderita sebentar di bumi karenan iman, tapi beristirahat dalam kekekalan bersama Tuhan; atau mengikuti semua keinginan dosa sebentar di bumi, tapi mengalami siksaan murka Allah dalam kekekalan.

Penerapan:
Berdoa memohon pertolongan Tuhan agar diberi hati yang berbelas kasihan, dan agar Tuhan menjauhkan dari hati seperti Yunus, yang kebenciannya kepada orang Niniwe membuat tidak bisa mengasihi mereka, dan ingin melihat kehancuran mereka.

Views: 4

This entry was posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu. Bookmark the permalink.