Akan Ada Waktunya Pintu Pertobatan itu Ditutup

Wahyu 16:17-21

Sudah terlaksana! Semua hajaran Tuhan atas manusia sudah dilakukan–the final calling for repentance–bencana dan malapetaka yang makin lama makin dahsyat, sebagai bentuk tegoran dan hajaran Tuhan agar manusia bertobat sudah dijatuhkan. Dan setelah ini, tidak ada lagi kesempatan untuk bertobat bagi mereka yang tetap mengeraskan hati di dalam pemberontakan dan dosa mereka kepada Tuhan. Hanya tinggal hukuman yang tersedia, karena mereka menolak anugerah dan kesempatan dari Tuhan.

Ayat 17-18. Cawan 7: diawali dengan deklarasi dari dalam Bait Suci di sorga bahwa “Sudah Terlaksana” terjadi kilat dan guruh dan gempa bumi yang begitu dahsyat dan hebat–belum pernah terjadi sejak manusia ada di bumi ini. Ini adalah curahan murka Allah kepada bumi yang terakhir, dan setelah ini yang tinggal adalah: peperangan dan penaklukkan atas Iblis dan Antikristus dan semua pengikutnya.

Ayat 18. Akibat dari gempa yang sangat dahsyat itu: kota besar (the great city), merujuk kepada Babel, menunjukkan kota tempat Antikristus memerintah. Kota itu akan terbelah menjadi tiga bagian. Selain kota pusat Antikristus atau Babel, kota-kota bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, yaitu kota-kota yang penduduknya menyembah Antikristus, juga akan runtuh. Kota Babel menjadi fokus/target utama pencurahan murka Allah.

Ternyata, Tuhan juga membedakan penghakiman dan penghukuman-Nya. Ada target atau fokus penghukuman dicurahkan dengan maksimal, yaitu kepada sumber pemberontakan, sumber dosa, sumber kejahatan, sumber penyembahan berhala: orang yang meninggikan diri sebagai allah, menempatkan diri sebagai sosok yang disembah oleh dunia. Orang yang dengan penuh kesadaran dan niat melawan Tuhan dan menjadi sumber penyesatan akan tertimpa murka Tuhan yang lebih besar.

Ayat 20-21. Semua pulau hilang lenyap, tidak ditemukan lagi gunung-gunung. Ada hujak es yang sangat besar, bongkahan esnya seberat 100 pon, jatuh dari langit menimpa manusia. Ada perubahan alam yang sangat dahsyat–matahari sudah bertambah panas, hilangnya pulau dan gunung ii menunujukkan ada kenikkan permukaan air laut yang sangat tinggi sehingga menenggelamkan pulau-pulau; dan yang tidak ternggelam di bawah laut ditimpa dengan hujaj es yang sangat dahsyat.

Tetapi, di tengah semua bencana yang sangat dahsyat, yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang menimbulkan kerusakan yang sangat parah itu, manusia yang memberontak kepada Tuhan tetap tidak mau bertobat. Manusia tetap menghujat Allah karena dan di dalam malapetaka itu. Sudah terlalu keras hati manusia karena dosa dan pengaruh si jahat, sehingga sudah tidak bisa lagi dilembutkan untuk tunduk, menyerah, dan menyembah Allah. Reaksi mereka adalah: semakin menghujat dan melawan Allah.

Penerapan:
Berdoa memohon Tuhan menyatakan penghakiman yang adil sesuai derajat dosa dan kesalahan orang. Sebagaimana Tuhan sudah begitu dahsyat untuk menghajar kami, karena besarnya dosa yang saya lakukan dan kekerasan hati saya bertahun-tahun, biarlah Tuhan juga menghajar setimpal sengan kefasikan dan kejahatan dan kekerasan hati mereka.

Views: 0

This entry was posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu. Bookmark the permalink.