Category Archives: Saat Teduh

Akses ke Tempat Mahakudus

Bilangan 1:1-54 Satu tahun satu bulan sejak keluar dari Mesir. Setahun lamanya bangsa Israel berkemah di Sinai untuk menerima hukum-hukum Tuhan, hukum-hukum yang merupakan ikatan perjanjian dengan Tuhan, hukum-hukum yang menjadikan mereka umat Tuhan. Sudah satu bulan Kemah Suci didirikan … Continue reading

Posted in Bilangan, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

Menjadi Berkat dalam Situasi Apapun

Kisah Rasul 28:1-31 Ketika “kemalangan” datang bertubi-tubi, orang berpikir bahwa pasti itu adalah tulah dan hukuman atas dosa. Penduduk Malta berpikir bahwa Paulus adalah seorang pembunuh, karena sekalipun selamat dari badai, ia kemudian digigit ular yang racunnya membawa kematian seketika. … Continue reading

Posted in Kisah Para Rasul, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments

Umat Tuhan di Tengah Badai Kehidupan

Kisah Para Rasul, 27:1-44 Perjalanan yang sulit untuk mencapai Roma. Menjelang musim dingin angin berlawanan dengan arah perjalanan. Paulus sudah memperingatkan kemungkinan bahaya bila terus berlayar, tetapi tidak didengarkan. Datang topan yang sangat besar–selama beberapa hari tidak bisa melihat matahari … Continue reading

Posted in Kisah Para Rasul, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 6 Comments

Apakah Injil Bagimu?

Kisah Para Rasul 26:1-32 Kesaksian Paulus di hadapan Agripa. Cara bersaksi yang berbeda dibanding ketika berbicara di depan Festus. Di depan Festus, Paulus membela diri terkait dengan kasus hukumnya saja, di depan Agripa Paulus memberi kesaksian pribadi tentang pertobatannya dan … Continue reading

Posted in Kisah Para Rasul, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Jadilah Kehendak-Mu

Kisah Para Rasul 25:1-27 Dua tahun berlalu, orang-orang Yahudi masih berniat untuk membunuh Paulus dengan tipu daya, karena mereka tidak memiliki tuduhan apapun yang bisa dipakai dalam pengadilan Romawi. Sistem hukum pemerintah Romawi dipakai Tuhan untuk melindungi Paulus dan untuk … Continue reading

Posted in Kisah Para Rasul, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment