Category Archives: Perjanjian Baru

Memelihara Warisan Rohani

2 Timotius 1:13-14 uhan, di dalam kasih dan anugerahnya yang besar, memberikan warisan-warisan rohani kepada orang percaya. Pengajaran, cara hidup, disiplin, dan pengalaman yang diijinkan Tuhan diterima dan dialami seseorang adalah harta rohani yang indah dan berharga. Paulus mengingatkan Timotius … Continue reading

Posted in 2 Timotius, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Memelihara Warisan Rohani

Ketika Keraguan Melanda

2 Timotius 1:8-12 alu atau ragu akan apa yang sedang dikerjakan atau diperjuangkan adalah hal yang biasa dan bisa dialami siapapun. Keyakinan itu tidak selalu kuat, ada waktunya menjadi lemah, dan orang mulai mempertanyakan: Apakah apa yang sednag dilakukannya itu … Continue reading

Posted in 2 Timotius, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Ketika Keraguan Melanda

Ketika Karunia itu Meredup

2 Timotius 1:6-7 etiap orang–bahkan orang dengan kaliber tinggi–akan mengalami masa-masa lemah dan lesu, terintimidasi, bahkan bisa jadi putus asa. Abraham punya masa-masa di mana ia goyah iman. Musa mengalami rasa minder sampai menolak panggilan Tuhan. Daud dan pemazmur yang … Continue reading

Posted in 2 Timotius, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Ketika Karunia itu Meredup

Iman Yang Tulen

2 Timotius 1:3-5 aulus memandang bahwa hal yang paling berharga (karena sangat mendasar) dan patut untuk terus disyukuri adalah: iman yang sejati di dalam Tuhan. Iman yang tidak berpura-pura atau tidak meniru-niru atau dibuat-buat, melainkan iman yang asli, yang sungguh-sunguh, … Continue reading

Posted in 2 Timotius, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Iman Yang Tulen

Anugerah Dimuridkan dan Memuridkan

2 Timotius 1:1-2 urat Paulus kepada Timotius yang kedua ini ditulis di dalam penjara di Roma. Menurut tradisi, tidak lama setelah menulis surat ini, Paulus dihukum pancung oleh pemerintah Romawi. Jadi, surat ini menjadi semacam wasiat untuk Timotius–yang dipandang sebagai … Continue reading

Posted in 2 Timotius, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Anugerah Dimuridkan dan Memuridkan