Memelihara Warisan Rohani

2 Timotius 1:13-14

Tuhan, di dalam kasih dan anugerahnya yang besar, memberikan warisan-warisan rohani kepada orang percaya. Pengajaran, cara hidup, disiplin, dan pengalaman yang diijinkan Tuhan diterima dan dialami seseorang adalah harta rohani yang indah dan berharga. Paulus mengingatkan Timotius bahwa ia telah dipercaya untuk menerima warisan-warisan rohani dari Tuhan melalui pengajaran/pelatihan Paulus kepadanya. Ini yang harus dilakukan Timotius terhadap warisan rohani itu.

Ayat 13. Paulus memerintahkan agar Timotius memegang segala sesuatu yang telah didengar dari Paulus. Pengajaran Paulus adalah contoh atau pola pengajaran yang sehat. Kemudian Paulus meminta Timotius melakukan pengajaran itu dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus.

Paulus mengatakan bahwa semua yang telah diajarkan kepada Timotius merupakan contoh atau pola (pattern) pengajaran yang benar/sehat. Paulus tidak mengatakan bahwa pengajarannya (bukan prinsip/doktrin Firman Tuhan) itu mutlak harus diikuti–sebab itu “gaya” Paulus. Timotius memiliki gaya dan cara mengajar sendiri, yang paling penting: tetap berdasar kebenaran Tuhan.

Ada kebebasan setiap orang percaya memakai cara/gayanya dalam merenungkan dan menyampaikan kebenaran firman Tuhan. Karena setiap orang itu unik. Seperti juga para penulis buku Alkitab memiliki gaya yang berbeda-beda seturut keunikan masing-masing. Yang utama adalah: memahami dan menyampaikan firma Tuhan di bawah pengendalian dan pengilhaman Roh Kudus. Tidak boleh menjudge cara/style orang lain yang berbeda dengan style saya.

Ayat 13. Timotius harus memegang kebenaran dan pengajaran Tuhan–sebagaimana sudah diajarkan oleh Paulus–dengan sungguh-sungguh. Memandangnya sebagai warisan atau harta yang indah/berharga yang telah dipercayakan kepada Timotius. Memegang dan menjaganya dengan pertolongan Roh Kudus yang tinggal di dalam diri Timotius.

Saya memperoleh warisan dari pelayanan Perkantas dan secara khusus pelayanan Mas Gunawan SH, serta dari Bapak Aquila. Warisan berupa pengajaran/doktrin, disiplin-disiplin rohani, metode untuk merenungkan firman Tuhan, contoh cara hidup sebagai murid dalam segala aspek kehidupan, dan pengalaman encounter dengan hadirat dan kuasa Tuhan yang nyata dan supranatural. Itu adalah harta yang sangat berharga, sebab tidak semua orang dianugerahi Tuhan untuk menerimanya.

Panggilan saya adalah: memelihara dan memegang warisan rohani itu di dalam hidup saya. Tidak melupakannya, tidak mengabaikannya, tidak menelantarkannya; melainkan terus menggunakannya, menghidupinya, dan mengembangkannya. Dengan kekuatan dan pimpinan dari Tuhan, bukan mengandalkan kemauan dan kekuatan saya sendiri.

Penerapan:
(1) Bersyukur untuk semua harta warisan rohani yang telah Tuhan berikan kepada saya melalui pelayanan Perkantas, Mas Gun, dan Bapak Aquila.
(2) Terus menghidupi harta warisan rohani itu dan tidak menelantarkannya.

Views: 2

This entry was posted in 2 Timotius, Perjanjian Baru, Saat Teduh. Bookmark the permalink.