Category Archives: Perjanjian Baru

Menjadi Berkat dalam Situasi Apapun

Kisah Rasul 28:1-31 Ketika “kemalangan” datang bertubi-tubi, orang berpikir bahwa pasti itu adalah tulah dan hukuman atas dosa. Penduduk Malta berpikir bahwa Paulus adalah seorang pembunuh, karena sekalipun selamat dari badai, ia kemudian digigit ular yang racunnya membawa kematian seketika. … Continue reading

Posted in Kisah Para Rasul, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments

Umat Tuhan di Tengah Badai Kehidupan

Kisah Para Rasul, 27:1-44 Perjalanan yang sulit untuk mencapai Roma. Menjelang musim dingin angin berlawanan dengan arah perjalanan. Paulus sudah memperingatkan kemungkinan bahaya bila terus berlayar, tetapi tidak didengarkan. Datang topan yang sangat besar–selama beberapa hari tidak bisa melihat matahari … Continue reading

Posted in Kisah Para Rasul, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 6 Comments

Apakah Injil Bagimu?

Kisah Para Rasul 26:1-32 Kesaksian Paulus di hadapan Agripa. Cara bersaksi yang berbeda dibanding ketika berbicara di depan Festus. Di depan Festus, Paulus membela diri terkait dengan kasus hukumnya saja, di depan Agripa Paulus memberi kesaksian pribadi tentang pertobatannya dan … Continue reading

Posted in Kisah Para Rasul, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Jadilah Kehendak-Mu

Kisah Para Rasul 25:1-27 Dua tahun berlalu, orang-orang Yahudi masih berniat untuk membunuh Paulus dengan tipu daya, karena mereka tidak memiliki tuduhan apapun yang bisa dipakai dalam pengadilan Romawi. Sistem hukum pemerintah Romawi dipakai Tuhan untuk melindungi Paulus dan untuk … Continue reading

Posted in Kisah Para Rasul, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Masa Penantian

Kisah Rapa Rasul 24:1-27 Pengadilan atas Paulus di Kaisarea. Imam Besar memberi Paulus label-label yang negatif, dan menuduh bahwa ia mencoba melanggar kekudusan Bait Allah; serta mengatakan bahwa sebenarnya cukup diadili oleh mahkamah agama, karen ini urusan internal agama Yahudi. … Continue reading

Posted in Kisah Para Rasul, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment