Category Archives: Perjanjian Baru

Perspektif Atas Penderitaan

1 Petrus 4:12-19 etrus masih berbicara mengenai bagaimana jemaat harus bersikap menanggapi penderitaan. Pertama, penderitaan bukan sesuatu yang aneh (abnormal) bagi orang percaya, tetapi itu adalah hal yang biasa dialami sebagai ujian iman; karena itu orang percaya tidak perlu terkejut … Continue reading

Posted in 1 Petrus, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Kedatangan Tuhan Sebagai Motivator

1 Petrus 4:1-11 arena Kristus telah mengalami penderitaan, orang percaya juga harus siap mengalami penderitaan–inilah mindset yang harus dimiliki sebagai senjata untuk hidup tidak menuruti keinginan manusia, tetapi menuruti kehendak Allah. Pada waktu belum mengenal Kristus, orang percaya sudah menyerahkan … Continue reading

Posted in 1 Petrus, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments

Menghadapi Serangan Fitnah

1 Petrus 3:13-22 asaran surat Petrus adalah kepada orang percaya yang tinggal di tengah masyarakat yang tidak mengenal Allah. Petrus menyebut mereka sebagai pendatang dan perantau: orang asing yang hanya tinggal sebentar di dunia ini. Karena mereka orang asing, mereka … Continue reading

Posted in 1 Petrus, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 6 Comments

Keluarga, Gereja, dan Dunia

1 Petrus 3:1-12 da konsistensi dalam surat Petrus maupun Paulus: perhatian kepada pentingnya membangun kehidupan dan relasi dalam keluarga Kristen. Ada pola yang mirip dalam progresi membangun hidup: mula-mula membangun hidup pribadi/individu, kemudian hidup berkeluarga, lalu keluar ke dalam hidup … Continue reading

Posted in 1 Petrus, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments

Orang Asing Yang Hanya Singgah Sebentar

1 Petrus 2:11-25 etrus mengingatkan eksistensi orang percaya sebagai pendatang (paroikos: orang asing, bukan penduduk asli–bicara tetang identitas) dan perantau (parepidemos: tinggal hanya sebentar, singgah–bicara tentang relasia/aktivitas). Orang asing yang hanya singgah sebentar: bukan warga dan hanya mampir. You are … Continue reading

Posted in 1 Petrus, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment