Category Archives: Perjanjian Lama

Pujilah TUHAN Sepanjang Waktu

Mazmur 113:1-9 uji-pujian kepada TUHAN karena Siapa Dia dan apa yang (terus-menerus) dikerjakan-Nya. Pemazmur mengajak semua hamba TUHAN untuk memuji-Nya, memuji TUHAN terus-menerus, selama-lamanya, sepanjang waktu (dari terbit matahari sampai tenggelamnya). TUHAN menjadi pusat perhatian sepanjang waktu: sepanjang hari dan … Continue reading

Posted in Mazmur, Perjanjian Lama, Saat Teduh | 2 Comments

Pola Hidup Orang Benar

Mazmur 112:1-10 azmur ini menggambarkan keadaan orang benar, yaitu orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya (ayat 1). Dalam hidupnya, orang benar melakukan berbagai perbuatan yang baik–sesuai perintah TUHAN, dan hasilnya adalah kehidupan yang diberkati oleh … Continue reading

Posted in Mazmur, Perjanjian Lama, Saat Teduh | 2 Comments

Pondasi Hikmat Illahi

Mazmur 111:1-10 ermulaan (reshiyth: hal yang pertama, yang utama/terpenting, pondasi) hikmat (chokmah: skillful, wisdom, wisely, wit, bijaksana) adalah takut (yirah: morally reverence, hormat/takut secara moral, hormat/takut kepada standar moralitas) akan TUHAN. Mereka yang melakukan itu, yaitu takut akan TUHAN, akan … Continue reading

Posted in Mazmur, Perjanjian Lama, Saat Teduh | 2 Comments

Menjadi Bagian dari Sang Pemenang

Mazmur 110:1-7 aud menulis mazmur ini tentang “Tuanku” (Adonai, my Lord), yaitu Sang Mesias yang akan datang di masa depan. Daud, sebagai nabi, bernubuat tentang Satu Pribadi, yaitu Mesias, yang adalah Tuan-nya; nubuat tentang apa yang akan diperbuat oleh TUHAN … Continue reading

Posted in Mazmur, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

TUHAN, Pembela Orang yang Sengsara

Mazmur 109:1-31 etika orang percaya lemah dan dalam posisi tertindas karena serangan/tuduhan/fitnah dari orang-orang fasik, ia bis aberharap kepada Tuhan. Sebab Tuhan itu baik, dan kasih setia-Nya tidak berubah. Sebab Tuhan “berdiri di sebelah kanan orang miskin untuk menyelamatkannya dari … Continue reading

Posted in Mazmur, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment