Author Archives: Mathetes

A Tale of Two Cities (2)

Lukas 4:31-44 Ketika Yesus melayani di Nazaret, respon orang banyak mula-mula sangat antusias, namun kemudian menjadi kemarahan dan penolakan yang sangat kuat–sampai-sampai mereka hendak membunuh Yesus dengan cara mendorong-Nya dari  atas tebing. Penduduk Kapernaum juga takjub saat menyaksikan pelayanan Yesus; … Continue reading

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

A Tale of Two Cities (1)

Lukas 4:14-30 Sekembali-Nya dari padang gurun, Tuhan Yesus mulai melakukan pelayanan dengan mengajar dan melakukan mujizat di banyak tempat, sehingga Nama-Nya menjadi buah bibir masyarakat. Di manapun Ia mengajar, sambutan masyarakat sangat positif: “semua orang memuji Dia.” (ay. 15). Semua … Continue reading

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments

Tuhan Mengenal Umat-Nya

Bacaan: 1 Samuel 3:1-20; Mazmur 139:1-6,13-18; 1 Korintus 6:12-20; Yohanes 1:43-51 Sebuah Botol dan Suku Pedalaman Pada tahun 80-an ada sebuah film berjudul The Gods Must Be Crazy, menceritakan sekelompok suku di pedalaman Afrika yang kejatuhan botol softdrink—benda yang belum … Continue reading

Posted in 1 Korintus, Homili, Mazmur, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, Saat Teduh, Yohanes | Leave a comment

Persiapan Seorang Pemimpin

Lukas 3:23-4:13 Tantangan bagi umat Tuhan dan gereja Tuhan adalah: memiliki cara pandang yang benar atas proses persiapan pelayanan dan kepemimpinan. Pelayanan dan/atau kepemimpinan adalah masalah serius; yang harus disiapkan dengan serius pula. Tidak boleh sembrono; tidak asal comot, tidak … Continue reading

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Pemimpin Sejati

Lukas 3:1-22 Ketika para penguasa/pemimpin dunia ini sedang sibuk dengan urusannya di tempatnya masing-masing, “datanglah firman Allah kepada Yohanes, anak Zakharia, di padang gurun” (Lukas 3:2). Orang bisa menduduki posisi kepemimpinan karena keturunan, seperti para kaisar, raja, atau pemimpin agama. … Continue reading

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment