Author Archives: Mathetes

Rajin Bekerja dalam Masa Penantian

Matius 25:14-30 uhan Yesus memberi perumpamaan yang lain untuk mengajar sikap apa yang harus dimiliki murid-murid selama menantikan kedatangan-Nya yang kedua. Seorang tuan pergi ke negeri yang jauh, dan mempercayakan harta miliknya kepada hamba-hambanya. Sejak awal sudah jelas posisinya: harta … Continue reading

Posted in Matius, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Pelajaran dari Gadis-gadis yang Bodoh

Matius 25:1-13 uhan Yesus mengajarkan bagaimana harus bersikap dalam masa penantian kedatangan-Nya yang kedua. Perumpamaan itu dimulai dengan “Pada waktu itu”. Kapan? Pada waktu Tuhan Yesus datang yang kedua (lihat Matius 24:44), hal Kerajaan Allah seumpama sepuluh gadis yang mengambil … Continue reading

Posted in Matius, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Hamba yang Setia

Matius 24:45-51 agaimana seseorang harus hidup di dalam masa penantian Kedatangan Tuhan Yesus yang kedua? Sebagai seorang hamba yang dapat dipercaya, yang mengelola urusan Sang Tuan dengan setia dan bertangung jawab–sekalipun Sang Tuan tidak sedang menungguinya. Seorang hamba yang “didapati … Continue reading

Posted in Matius, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Dengan Kuasa Siapa Kamu Melakukannya?

Ibadah Paskah Gereka Kristen Kalam Kudus Surakarta Kisah Para Rasul 4:1-22 engan kuasa dan atas nama siapa engkau melakukan semua itu? Dalam nama Tuhan, karena diperintahkan oleh Tuhan, di bawah pimpinan Tuhan, dengan kuat kuasa dari Tuhan. Menunjukkan bukti nyata yang … Continue reading

Posted in Homili, Kisah Para Rasul, Perjanjian Baru | Leave a comment

Waktu Tuhan itu Tak Bisa Diduga Datangnya

Matius 24:36-44 aktu Tuhan adalah hak prerogatif Tuhan. Tuhan Yesus sudah menjelaskan tanda-tanda akan kedatangan-Nya, dan murid-murid harus memperhatikan–bahwa ketika mereka melihat tanda-tanda terjadi, berarti kedatangan-Nya sudah dekat, “sudah di ambang pintu” (Matius 24:33). Tetapi, tentang hari dan waktunya, tidak … Continue reading

Posted in Matius, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment