Menghormati Kekudusan Ibadah Umat TUHAN

Ulangan 23:1-8

Pertemuan ibadah umat TUHAN (qahal: congregation, assembly) merupakan moment atau event yang kudus. Di dalam Perjanjian Lama, TUHAN memnerikan ketetapan ada kategori-kategori orang yang tidak boleh mengikuti pertemuan ibadah umat TUHAN. Kategori itu ada yang berdasarkan ketidaksempurnaan fisik tertentu, berdasarkan kaitan dengan sejarah dosa/kejahatan yang pernah dilakukan, atau berdasar garis keturunan.

Continue reading

Views: 57

Posted in Perjanjian Lama, Saat Teduh, Ulangan | 2 Comments

TUHAN Menjaga Kekudusan Seksual

Ulangan 22:13-30

Salah satu aspek kehidupan yang mendapat perhatian besar di dalam ketetapan-ketetapan TUHAN selain ibadah dan penyembahan kepada-Nya adalah tentang kekudusan hubungan seksual. Menunjukkan bahwa di dalam pemandangan TUHAN, relasi laki-laki dan perempuan itu bukan masalah dorongan atau kebutuhan badani (seperti lapar, haus, atau lelah), atau semata-mata naluri untuk berreproduksi, tetapi memiliki makna yang lebih dalam dan tinggi. Dalam Perjanjian Baru, relasi suami istri merupakan gambaran relasi Kristus dengan gereja-Nya.

Continue reading

Views: 42

Posted in Perjanjian Lama, Saat Teduh, Ulangan | Leave a comment

Menyenangkan TUHAN Dalam Setiap Aspek Kehidupan

Ulangan 22:1-12

Dalam kehidupan umat TUHAN, ada berbagia aspek kehidupan yang terkesan mengandung nilai spiritualitas dan moralitas yang berbeda-beda. Ada aktivitas yang bisa dengan mudah dipahami muatan moral dan kerohaniannya, tetapi ada pula aktivitas yang begitu praktis atau pragmatis, sehingga di dalam dirinya sendiri sulit ditemukan kaitannya dengan prinsip moralitas atau spiritualitas. Apapun aktivitas itu, TUHAN berkehendak agar segala yang dilakukan umat-Nya itu sesuai dengan kehendak-Nya. Karena itulah ada berbagai ketetapan TUHAN yang mengatur berbagai aspek kehidupan umat-Nya.

Continue reading

Views: 77

Posted in Perjanjian Lama, Saat Teduh, Ulangan | Leave a comment

Sifat TUHAN Dalam Hukum-hukum-Nya

Ulangan 21:10-23

Ketetapan-ketetapan TUHAN mencerminakan sifat TUHAN. Semua ketetapan yang diperintahkan oleh TUHAN kepada umat-Nya menunjukkan sifat-Nya yang kudus, benar, dan adil–sehingga setiap dosa akan mendapat hukuman atau konsekuensinya. Pada saat yang sama, ketetapan-ketetapan TUHAN juga menunjukkan sifat-Nya yang murah hati, yang menghargai martabat manusia, dan yang setia kepad perjanjian-Nya. Umat TUHAN, ketika melakukan ketetapan TUHAN dengan setia, akan mencerminkan sifat-sifat TUHAN itu sebagai karakteristik bangsa–yang membedakan meraka dari bangsa-bangsa lain yang tidak menyembah TUHAN.

Continue reading

Views: 66

Posted in Perjanjian Lama, Saat Teduh, Ulangan | 2 Comments

TUHAN Menuntut Pertangungjawaban Atas Nyawa Manusia

Ulangan 21:1-9

Kadang TUHAN, Sang Mahatahu, di dalam hikmat-Nya mengijinkan ada pembununhan yang tidak terungkap (ayat 21); mengijinkannya sebagai misteri. Tidak semua pertanyaan harus ada jawabannya. Ketika ada pertanyaan yang tidak bisa dijawab, maka sikap yang benar adalah: percaya kepada TUHAN dan menundukkan diri di bawah kedaulatan-Nya. Iman adalah mempercayai TUHAN sekalipun tidak memperoleh jawaban; terus berharap kepada TUHAN sekalipun tidak bisa melihat; tunduk kepada TUHAn sekalipun tidak tahu alasan dan tujuannya.

Continue reading

Views: 43

Posted in Perjanjian Lama, Saat Teduh, Ulangan | Leave a comment