Takhta Allah Maha Kuasa

Wahyu 4:1-11

Yohanes diberi anugerah untuk melihat apa yang akan terjadi di masa depan dan di dalam sorga. Hal pertama yang dinyatakan Tuhan kepadanya adalah: suasana di sorga, di mana Allah duduk di atas takhta dan menerima pujian dan hormat dan sembah dan ucapan syukur terus menerus, siang dan malam. Tuhan Allah adalah Raja yang bertakhta atas segalanya; hanya Dia yang layak untuk menerima pujan dan penyembahan.

Continue reading

Views: 1

Posted in Uncategorized | Comments Off on Takhta Allah Maha Kuasa

Siapakah Dirimu di Mata Tuhan?

Wahyu 3:14-22

Jemaat terakhir yang mendapat pernyataan darii Tuhan Yesus melalui surat Yohanes adalah Laodikia. Kota Laodikia terkenal karena kekayaannya dan industri yang memproduksi kain wool. Sekitar 35 tahun sebelum surat Yohanes ini dikirimkan, Laodikia hancur karena gempa bumi; tetapi kota ini dibangun lagi dengan kekayaan dan kemampuan yang dimiliki penduduknya–tidak heran kota ini memiiki kebanggaan sebagai kota yang kaya dan kuat. Tapi bagi jemaat di kota ini Tuhan Yesus memberi tegoran dan peringatan yang sangat keras atas dosa mereka.

Continue reading

Views: 44

Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu | Comments Off on Siapakah Dirimu di Mata Tuhan?

Tuhan Yesus, Pemegang Kunci Pintu Pelayanan

Wahyu 3:7-13

Jemaat di Filadelfia, seperti Smirna, tidak mendapatkan tegoran dari Tuhan Yesus dalam surat yang ditulis Yohanes. Kalau Smirna dipuji oleh Tuhan karena ketekunan mereka dalam iman sekalipun mengalami penganiayaan yang berat, jemaat Filadelfia dipuji karena sekalipun kekuatan mereka tidak seberapa–jemaat yang kecil dan lemah secara jasmani, tetapi mereka besar dan kuat di dalam ketaatan dan kesetiaan iman mereka. Tuhan Yesus akan meninggikan jemaat kecil ini, karena ketekunan dalam keterbatasan mereka.

Continue reading

Views: 24

Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu | Comments Off on Tuhan Yesus, Pemegang Kunci Pintu Pelayanan

Jangan Puas Diri, Tapi Tekunlah Mengerjakan Panggilanmu

Wahyu 3:1-6

Kota Sardis berlokasi sekitar 45 km di sebelah tenggara Tiatira, ada di jalur perdagangan yang penting, memiliki berbagai industri utama yang membuat kota ini kaya. Kota ini juga menjadi pusat penyembahan berhala karena memiliki kuil Dewi Artemis–seperti yang di Efesus. Gereja ini merasa masih hidup–dengan rutinitas ibadah dan aktivitas yang lain, tapi di mata Tuhan mereka sudah mati. Ini adalah panggilan agar mereka bangun dari ilusi kenyamanan mereka, melihat kenyataan mereka yang sebenarnya di hadapan Tuhan, dan bertobat.

Continue reading

Views: 35

Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu | Comments Off on Jangan Puas Diri, Tapi Tekunlah Mengerjakan Panggilanmu

Hukuman Tuhan atas Izebel, Si Pezina dan Penyesat

Wahyu 2:18-29

Tiatira terletak sekitar 64 km di sebelah timur Pergamus. Kota ini jauh lebih kecil, dan jemaatnya juga lebih kecil. Akan tetapi mendapat pernyataan yang keras dari Tuhan Yesus. Setiap jemaat bernilai tinggi bagi Tuhan–tidak memandang jumlah, sebab satu jiwapun penting dan berharga bagi Tuhan. Ada dosa yang sangat serius terjadi di jemaat ini, sehingga Tuhan menyatakan ancaman murka yang sangat serius pula. Tuhan tidak pandang bulu, siapa berdosa pasti akan dihukum.

Continue reading

Views: 33

Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu | Comments Off on Hukuman Tuhan atas Izebel, Si Pezina dan Penyesat