Kota Yerusalem Baru

Wahyu 21:9-27

Tuhan menyatakan apa yang akan terjadi di masa depan, yaitu: kemuliaan bersama Dia di yerusalem yang Baru. Untuk memberikan pengharapan kepada umat-Nya yang masih hidup di dunia, yang masih mengalami penderitaan dan kesesakan, untuk tidak terpaku kepada dunia ini, tetapi mengarahkan pandang mereka ke masa depan: “menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah.” (Ibr. 11:10). mengingatkan bahwa di bumi ini, orang percaya hanyalah perantau, dan bukan penghuni yang menetap. Domisili mereka yang sejati adalah: penduduk Kota Yerusalem Baru yang penuh kemuliaan.

Ayat 9-10. Salah satu dari ketujuh maliakat pembawa cawan murka Tuhan mendatangi Yohanes dan membawanya ke atas sebuah gunung yang besar dan tinggi, lalu menunjukkan kepadanya Kota Yerusalem Baru, kota yang turun dari sorga ke bumi yang baru. Mengapa Tuhan memperlihatkan semua itu kepada Yohanes, dan kemudian memerintahkannya untuk menuliskan dalam sebuah kitab?

Dalam Wahyu 1:1-3, dituliskan: “supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi … berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang tertulis di dalamnya.” Ada peringatan kepada gereja Tuhan agar mereka bertobat–ini jelas untuk diikuti. Kemudian pemberitahuan tentang segala sesuatu yang akan datang: memberi pengharapan dan kekuatan kepada orang percaya dan panggilan pertobatan kepada orang berdosa.

Ayat 11-14. Gambaran Kota Yerusalem Baru yang dilihat Yohanes: penuh kemuliaan Allah, bercahaya seperticahaya dari batu-batu permata. Ada 12 gerbang–masing-masing temboknya ada 3 gerbang, bertuliskan nama 12 suku Israel. Dan pondasi temboknya adalah 12 batu dasar yang tertulis nama 12 rasul Anak Domba. Penyebutan 12 suku Israel dan 12 rasul (yang memberitakan Injil ke seluruh bangsa) menunjukkan bahwa Kota Yerusalem ini akan dihuni oleh ornag Israel (bangsa pilihan Tuhan) dan orang percaya (gereja).

Ayat 15-21. Malaikat yang bersama Yohanes membawa tongkat pengukur dari emas untuk mengukur kota dan pinti gerbang dan temboknya. Kota Yerusalem Baru berbentuk bujur sangkar, panjang dan lebar dan tingginya sama, yaitu 12.000 stadia (1400 mil atau 2100 km, sehingga luas kota itu adalah 4,4 juta km2, atau seluas kawasan Asia Tenggara). Tembok dan pondasinya dibuat dari dan dihiasi dengan berbagai permata: ada 12 jenis batu permata. gerang-gerbang kotanya dibuat dari 12 mutiara, dan jalan-jalan di kota itu terbuat dari emas. Semuanya melambangkan kemegahan dan kemuliaan yang sangat besar!

Ayat 22-23. Yang unik dari Kota Yerusalem Baru ini adalah: tidak ada lagi bangunan Bait Suci–ritual persembahan korban di Bait Allah sudah tideak diperlukan lagi; sebab Allah, Tuhan yang Mahakuasa dan Anak Domba Allah adalah Bait Sucinya. Tidak ada lagi perantara, tidak ada lagi ritual, melainkan setiap orang bisa langsung menyembah Tuhan, beribadah kepada Tuhan, mengalami persekutuan dengan Tuhan.

Kota itu juga tidak memerlukan sinar matahari atau bulan untuk menerangi, sebab kemuliaan Allah yang akan menjadi sumber terangnya; Anak Domba Allah yang menjadi lampunya. Sumber terang yang sejati adalah Allah dan Tuhan Yesus. “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” (Yoh. 8:12).

Ayat 24-27. Kemudian Yohanes melihat penghuni Kota Yerusalem Baru itu. Yang jela, Allah dan Anak Domba Allah tinggal bersemayam di kota itu. Kemudian ada bangsa-bangsa dan raja-raja yang berjalan di dalam ternag kota itu dan membawa kekayaan mereka kepadanya. Kota itu selalu terbuka gerbangnya, sebab tidak ada malam, tidak ada bahaya, tidak ada yang perlu ditakutkan–Allah dan Anak Domba Allah tinggal bersemanyam di sana. Tidak ada kenajisan, kekejian, atau dusta. Orang yang tinggal di sana hanyalah orang-orang kudus, yang namanya tertulis dalam Kitab Kehidupan Anak Domba.

Kota Yerusalam Baru ini berbeda dengan masa Kerajaan 1000 Tahun, sebab di kota ini segala sesuatu sudah menjadi baru–langit baru, bumi baru, dan tidak ada lagi dosa dan benih dosa di sana. Kota yang sempurna, hidup yang sempurna di dalam keindahan dan kemuliaan bersama Tuhan, selama-lamanya. Amin!

Penerapan:
Berdoa meminta hati dan pikirna yang tidak terikat kepada dunia ini, tetapi yang memandang dan memikirkan perkara-perkara yang di atas. Memohon agar diberi penglihatan yang kuat atas kemuliaan yang akan dihidupi bersama Tuhan, supaya memudarkan segala tawaran duniawi.

Views: 2

This entry was posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu. Bookmark the permalink.