Sumber Masalah: Dosa di Dalam Hati Manusia

Wahyu 20:7-10

Sumber masalah pada dasarnya adalah: hati manusia yang berdosa, atau sifat dosa/ kedagingan manusia. Lingkungan, situasi, bahkan Iblis sekalipun “hanyalah” faktor pendorong atau pencoba saja. Karena di dalam situasi kehidupan yang terbaik atau sempurna, dan sama sekali tidak ada pengaruh Iblis yang mencobai, manusia tetap saja memberontak kepada Tuhan! Bagi orang yang belum diselamatkan Tuhan, hanya masalah waktu saja mereka akan menunjukkan kejahatan dan pemberontakannya.

Ayat 7. Setelah 1000 tahun berlalu, Iblis akan dilepaskan dari penjaranya, dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa di empat penjuru bumi–Iblis masih diijinkan bekerja menyesatkan manusia ke seluruh dunia. Mengapa Iblis masih dilepaskan lagi setelah 1000 tahun? Karena untuk menunjukkan bahwa keselamatan itu adalah kasih karunia Tuhan, dan untuk menunjukkan bahwa pada dasarnya mansuia–dalam situasi yang terbaik sekalipun, yaitu pemerintahan Kristus–masih manusia berdosa, yang memiliki kedagingan di dalam diri mereka dan naluri untuk melawan Allah.

Kalau sekarang mereka tersesat dan melawan Tuhan, maka mereka tidak bisa lagi menyalahkan lingkungan, sebab mereka hidup di dalam kerajaan/pemerintahan Kristus yang sempurna selama 1000 tahun, mereka hidup sejahtera, makmur, perdamaian, sistem yang benar dan adil. Mereka juga tidak bisa lagi menyalahkan Si Jahat, sebab Iblis diibelenggu dan dipenjara sehingga sama sekali tidak bisa bekerja untuk mempengaruhi dan mencobai manusia. Kalau mereka masih tetap berontak dan sesat, itu karena memang masalhanya ada di dalam diri mereka sendiri: dosa dan kedagingan mereka.

Ayat 8. Iblis akan pergi ke empat penjuru bumi. Secara khusus disebutkan sasaran Iblis itu adalah Gog dan Magog. Iblis mempengaruhi bangsa-bangs aini–jumlahnya sangat banyak, seperti pasir di laut–untuk berkumpul dan berperang–melakukan pemberontakan kepada kerajaan/pemerintahan Kristus.

Ayat 9. Pasukan bangsa-bansga yang sudah disesatkan Iblis ini datang dan mengepung perkemahan tentara orang kudus dan kota yang dikasihi: Yerusalem. Peperangan ini akan terjadi di Yerusalem. Akan tetapi, Tuhan mengalahkan mereka, dengan menurunkan api dari langit yang menghanguskan mereka. Pasukan itu hancur oleh api yang dari langit. Tidak ada peperangan–tidak disebutkan pasukan Kristus maju berperang, tetapi Tuhan sendiri yang bertindak menurunkan api untuk menghancurkan pasukan pemberontak ini.

Ayat 10. Hukuman bagi Si Iblis. Selama 1000 tahun dibelenggu dan dipenjara, Iblis belum mendapatkan hukuman dari Tuhan. Sekarang, setelah memimpin pemberontakan yang terakhir ini–betapa polanya terus ama: mula-mula mengajak 1/3 malaikat untuk berontak kepada Tuhan; dan sekarang, ketika Tuhan memerintah, Iblis mengajak bangsa-bangsa untuk memberontak kepada pemerintahan Kristus.

Iblis, yang menyesatkan bangsa-bangsa itu, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, di mana binatang (Antikristus) dan nabi palsunya berada, yaitu tempat hukuman di mana mereka dilemparkan hidup-hidup. Mereka: Iblis, Antikristus dan nabi itu disiksa siang malam sampai selama-lamanya.

Penerapan:
(1) Berjuang untuk menerapkan sistem dan benar dan adil menurut standar Tuhan, tetap juga dengan mata terbuka dan sadar bahwa sumber masalah itu ada pada hati manusia, sehingga siap juga untuk menghadapi kenyataan akan tetap ada yang “memberontak” karena kejahatan hati mereka.
(2) Menyadari juga bahwa di dalam diri saya masih ada kedagingan dan naluri dosa yang bisa setiap saat muncul; tanpa alasan atau stimulus apapun, dosa dan kedagingan itu bisa tiba-tiba muncul–dosa itu mengintip di depan pintu dan menggoda; saya memerlukan pertolongan Tuhan untuk mengalahkannya.

Views: 1

This entry was posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu. Bookmark the permalink.