Pentahiran

Lukas 5:12-26

Kusta–bagi orang Yahudi di jaman Tuhan Yesus–bukan hanya masalah fisik, tetapi lebih daripada itu: masalah psikologis, sosial, dan spiritual. Kusta merusak tubuh orang–kasus kusta yang parah bisa membuat anggota tubuh penderitanya mretheli. Karena menular, kusta membuat orang harus disingkirkan dari pergaulan masyarakat–termasuk dari relasi dengan keluarganya sendiri. Kusta menajiskan orang, sehingga ia tidak boleh masuk ke tempat ibadah. Orang yang terkena kusta dipandang sebagai orang yang sudah mati. Kusta membawa orang kepada keterbuangan yang total.

Continue reading

Views: 49

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments

Perjalanan Menuju Penyerahan

Lukas 5:1-11

Tuhan tidak penah tergesa-gesa. Ketika Tuhan memanggil seseorang untuk melakukan rencana-Nya, Ia mengijjinkan orang itu melalui proses–sampai pada titik penyerahan total. Tuhan tidak memaksa orang untuk mengambil komitmen secara prematur. Dalam beberapa kesempatan, Ia justru terkesan “menghalangi” dan “menakut-nakuti” orang yang ingin mengikuti-Nya dengan menunjukkan syarat dan harga yang harus dibayar. Tuhan sabar dan tekun untuk membawa orang yang dipilihnya melalui perjalanan iman sampai pada waktunya orang itu menyerahkan diri penuh kepada-Nya.

Continue reading

Views: 49

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments

A Tale of Two Cities (2)

Lukas 4:31-44

Ketika Yesus melayani di Nazaret, respon orang banyak mula-mula sangat antusias, namun kemudian menjadi kemarahan dan penolakan yang sangat kuat–sampai-sampai mereka hendak membunuh Yesus dengan cara mendorong-Nya dari  atas tebing. Penduduk Kapernaum juga takjub saat menyaksikan pelayanan Yesus; namun ada perbedaan dibandingkan dengan penduduk Nazaret.

Continue reading

Views: 42

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

A Tale of Two Cities (1)

Lukas 4:14-30

Sekembali-Nya dari padang gurun, Tuhan Yesus mulai melakukan pelayanan dengan mengajar dan melakukan mujizat di banyak tempat, sehingga Nama-Nya menjadi buah bibir masyarakat. Di manapun Ia mengajar, sambutan masyarakat sangat positif: “semua orang memuji Dia.” (ay. 15). Semua orang? Ternyata tidak. Lukas mencatat dua respons yang berbeda ketika orang bertemu Tuhan Yesus, yang diwakili oleh sikap dari penduduk di dua kota: Nazaret dan Kapernaum.

Continue reading

Views: 65

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments

Tuhan Mengenal Umat-Nya

Bacaan: 1 Samuel 3:1-20; Mazmur 139:1-6,13-18; 1 Korintus 6:12-20; Yohanes 1:43-51

Sebuah Botol dan Suku Pedalaman

Pada tahun 80-an ada sebuah film berjudul The Gods Must Be Crazy, menceritakan sekelompok suku di pedalaman Afrika yang kejatuhan botol softdrink—benda yang belum pernah mereka temui di sepanjang sejarah suku mereka. Dalam film itu digambarkan kejadian dan insiden yang konyol/lucu—termasuk konflik dan pertengkaran; gara-gara mereka sama sekali tidak tahu apa kegunaan dari benda asing itu. Kalau saja mereka bertemu dengan pencipta benda itu, maka mereka akan dengan mudah mendapat penjelasan tentang maksud benda itu dibuat.

Continue reading

Views: 29

Posted in 1 Korintus, Homili, Mazmur, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, Saat Teduh, Yohanes | Leave a comment