Relasi Murid Kristus dengan Orang Lain

Lukas 6:27-38

Identitas sebagai murid Kristus akan nampak ketika dimanifestasikan dalam relasi dengan orang lain dalam kehidupan sehari-hari. Tuhan Yesus menyatakan bahwa murid-murid akan menyatakan karakter Allah di dalam kehidupan mereka di bersama orang lain. Sikap yang harus dimiliki seorang murid kepada orang lain adalah: mengasihi.

Continue reading

Views: 30

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Hidup Murid Kristus

Lukas 6:20-26

Setelah memilih 12 orang rasul, Tuhan Yesus mengajar mereka–sementara orang banyak ikut mendengarkan. Tuhan Yesus mengajarkan tentang model kehidupan yang harus dimiliki oleh seorang murid. Tuhan Yesus tidak sedang menjelaskan tuntutan lahiriah, namun spiritualitas. Ada 4 kehidupan yang harus dimiliki oleh seorang murid: miskin, lapar, menangis, dan dibenci karena Kristus.

Continue reading

Views: 43

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments

How to Make a Big Decision

Lukas 6:12-19

Dalam hidup ini, orang percaya akan dihadapkan pada waktu di mana ia harus mengambil keputusan-keputusan yang besar dan menentukan. Keputusan itu tidak bisa diambil dengan sembrono, namun harus dengan dasar yang kuat. Tuhan Yesus memberi teladan bagaimana Ia mengambil sebuah keputusan besar yang akan “menentukan nasib” pekerjaan-Nya di bumi ini, yaitu: memilih orang-orang yang akan diutus untuk menjadi rasul-rasul-Nya.

Continue reading

Views: 53

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments

Sabat yang Baru

Lukas 6:1-11

Tuhan Yesus dengan sengaja melanggar tradisi Yahudi tentang Hari Sabat. Dua kali tindakan ini dilakukan di hadapan orang-orang Farisi dan Ahli Taurat yang sedang mengamati Dia untuk mencari-cari kesalahan. Tuhan Yesus ingin menunjukkan bahwa Ia–Allah Anak–memiliki otoritas di atas aturan yang dibuat-Nya dan bahwa aturan Allah–dalam hal ini Hari Sabat–dibuat untuk kebaikan umat, dan bukannya untuk membebani mereka.

Continue reading

Views: 43

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Sang Tabib dan Pengantin Laki-laki

Lukas 5:27-39

Lewi dipanggil oleh Tuhan Yesus untuk menjadi murid-Nya. Lewi langsung menjawab panggilan itu dan meninggalkan pekerjaannya untuk mengikut Tuhan. Ia kemudian mengadakan pesta bersama banyak sesama pemungut cukai dan orang-orang lain sebagai ungkapan sukacita karena ia menerima panggilan Tuhan. Orang Farisi dan Ahli Taurat melihat hal ini, lalu mengkritik Tuhan Yesus tentang hubungan-Nya dengan “orang berdosa” dan dengan suasana/sikap kegembiraan yang terjadi dalam pesta itu. Kritik itu membuka kesempatan bagi Tuhan Yesus untuk menjelaskan pelayanan-Nya.

Continue reading

Views: 33

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment