Mumpung Masih Ada Waktu

Lukas 13:1-21

Jangan menganalisis kejadian buruk (kecelakaan, penderitaan, bahkan kematian) yang menimpa orang lain–untuk mencari apa atau siapa sumber penyebabnya. Keadaan buruk itu seharusnya menjadi kesempatan untuk berintrospeksi, melihat ke dalam hidup masing-masing: apakah sudah siap untuk menghadap Tuhan–karena kejadian itu bisa dialami siapa saja, kapan saja, di mana saja.

Continue reading

Views: 30

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Waspada terhadap Kesembronoan

Lukas 12:35-59

Hidup yang benar di hadapan Tuhan adalah hidup yang berorientasi ke depan: kepada kedatangan Tuhan. Orang yang tidak berorientasi kepada kedatangan Tuhan, hidupnya akan sembrono/sembarangan. Sewaktu-waktu Tuhan bisa datang, dan berbahagialah orang yang kedapatan dalam kondisi yang dikehendaki-Nua. Ada beberapa sikap yang mencerminkan hidup yang berorientasi ke depan ini. Continue reading

Views: 48

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments

Waspada terhadap Kekuatiran

Lukas 12:22-34

Menyambung peringatan tentang ketamakan, Tuhan Yesus berbicara mengenai kekuatiran. Tuhan Yesus menggunakan gambaran yang digunakan dalam peringatan mengenai ketamakan (lumbung, harta di sorga) untuk menjelaskan masalah kekuatiran. Agaknya ketamakan dan kekuatiran merupakan dua kondisi yang berhubungan erat. Kekuatiran dapat menjadi titik awal yang akhirnya menjadi ketamakan.

Continue reading

Views: 54

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments

Waspada terhadap Ketamakan

Lukas 12:13-21

Dari tengah kerumunan, seseorang meminta agar Tuhan Yesus menyuruh saudaranya untuk berbagi warisan dengannya. Tuhan Yesus menolak permintaan itu dengan alasan bahwa Ia bukan hakim yang bertugas mengadili perkara mereka. Justru Tuhan Yesus menggunakan pertanyaan itu untuk memperingatkan agar murid-murid waspada terhadap berbagai bentuk/jenis ketamakan.

Continue reading

Views: 33

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Waspada terhadap Kemunafikan

Lukas 12:1-12

Kemunafikan (hupokrisis=memainkan peran; berpura-pura) adalah menunjukkan kehidupan tertentu untuk memberi kesan pada orang lain, dan pada saat yang sama menyembunyikan kehidupan yang asli. Hidup dalam kepura-puraan, berusaha mengelabuhi orang lain dengan citra yang sebenarnya tidak otentik.

Continue reading

Views: 32

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment