Bilangan 23-24
Tuhan tidak bisa disuap dengan persembahan atau pelayanan atau pekerjaan baik, supaya Ia menuruti kehendak manusia. “Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?” (Bilangan 23:19). Bukan kehendak manusia, tetapi kehendak Tuhanlah yang pasti terjadi. Janganlah seseorang berpikir, bahwa mentang-mentang ia sudah melayani Tuhan, atau melakukan perbuatan baik, maka ia bisa mengatur Tuhan. Tuhan bukan manusia, yang bisa disuap dan bisa dimanipulasi karena sudah “berhutang budi”.
Views: 31