Kenalilah Warisanmu

Bilangan 34:1-29

Tanah warisan adalah tempat di mana umat Tuhan tinggal: untuk dimiliki dan ditinggali–diolah/dikerjakan, dibangun, dikembangkan. Tempat umat Tuhan menjalani kehidupannya dibumi ini. Tuhan menetapkan satu warisan untuk setiap orang percaya: “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” (Efesus 2:10).

Continue reading

Views: 59

Posted in Bilangan, Perjanjian Lama, Saat Teduh | 2 Comments

Waktu yang Terhilang

Bilangan 33:1-56

Ada waktu yang panjang di dalam hidup umat Tuhan yang tidak dicatat dalam kitab Tuhan, karena seolah waktu itu dianggap tidak pernah ada! Yaitu waktu ketika umat Tuhan hidup dalam hukuman akibat pemberontakan mereka–waktu di mana Tuhan sedang menghajar dan mendisiplin mereka karena dosa mereka.

Continue reading

Views: 57

Posted in Bilangan, Perjanjian Lama, Saat Teduh | 2 Comments

Bukan Diktator yang Bengis, Tetapi Bapa yang Mengasihi

Bilangan 32:1-42

Suku Ruben dan Gad memohon diijinkan menempati daerah Gilead, di sebelah timur sungai Yordan. Permintaan suku Ruben dan Gad itu masuk akal: mereka melihat bahwa daerah Gilead sangat cocok untuk beternak, karena kedua suku ini memiliki ternak yang sangat banyak. Pertimbangan praktis sesuai akal sehat.

Continue reading

Views: 38

Posted in Bilangan, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

Tuhan, Sang Pembalas

Bilangan 31:1-54

Tuhan menegakkan keadilan. Tuhan membalas setiap orang yang berbuat jahat kepada umat-Nya. Siapa memberkati umat Tuhan akan diberkati. Siapa mengutuki umat Tuhan akan dikutuki. Ketika Tuhan menegakkan keadilan, dan umat Tuhan diberkati karena perbuatan Tuhan itu, umat Tuhan harus memberikan persembahan kepada Tuhan, sebagai ucapan syukur dan pengakuan bahwa Tuhanlah yangh menjadi sumber pertolongan mereka.

Continue reading

Views: 41

Posted in Bilangan, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

Tanggung Jawab Kepala Keluarga

Bilangan 30:1-16

Posisi seorang laki-laki di dalam keluarga: pemegang otoritas, di atas semua anggota keluarga yang lain. Seorang suami dapat membatalkan nazar istrinya yang dinilai sembrono, demikian juga seorang ayah dapat membatalkan nazar anak perempuannya. Suami dapat membatalkan atau meneguhkan nazar istrinya. Laki-laki kepala keluarga punya tanggung jawab besar atas istri dan anak-anaknya.

Continue reading

Views: 47

Posted in Bilangan, Perjanjian Lama, Saat Teduh | 2 Comments