Ibrani 11:1-3
Iman bukan spekulasi, iman bukan takhayul, iman bukan harapan ngawur tanpa dasar. Benar, dasar iman bukanlah hal-hal yang rasional atau yang tangible. Tapi iman punya dasar yang kuat! Dasar iman adalah: perkataan Allah. Saya percaya dan taat karena Allah menyatakannya. Hidup dengan iman adalah hidup yang memegang dan mentaati pernyataan Allah–apapun situasinya, apapun konsekuensinya.
Ayat 1. Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapakan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Faith is the confidence that what we hope for will actually happen; it gives us assurance about things we cannot see (NLT).
Warren Wiersbe mendeskripsikan iman sebagai: “confident obedience to God’s Word in spite of circumstances and consequences … This faith operates quite simply. God speaks and we hear His Word. We trust His Word and act on it no matter what the circumstances are or what the consequences may be. The circumstances may be impossible, and the consequences frightening and unknown; but we obey God’s Word just the same and believe Him to do what is right and what is best.” (Wiersbe, 2007).
Iman pada akhirnya adalah: mempercayai Tuhan sebagai Pribadi yang dapat dipercaya dan diandalkan. Karena Tuhan menyatakan Diri-Nya melalui firman-Nya, maka iman adalah: mempercayai dan memegang dan mentaati perkataan dan pernyataan Tuhan seberapapun mustahil situasinya dan seberapa besar konsekuensinya.
Ayat 2. Iman ini telah dimiliki dan dijalankan oleh para leluhur, dan mereka mendapat kesaksian yang baik dan perkenanan dari Tuhan karena iman yang mereka miliki. Orang-orang yang namanya ditulis dalam daftar orang yang berkenan kepada Tuhan, mereka dicatat oleh Tuhan bukan karena perbuatan atau prestasinya, tetapi karena iman mereka kepada Tuhan. Frasa “Karena iman” akan selalu dipakai untuk mendeskripsikan setiap orang.
Ayat 3. Penegasan hubungan iman dengan perkataan Tuhan. Iman yang membuat umat Tuhan mengerti bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah. Alam semesta yang bisa dilihat oleh mata manusia, diciptakan oleh apa yang tidak kelihatan. Mengapa umat Tuhan mengerti fakta bagaimana alam semesta dijadikan? Karena Allah menyatakan hal itu melalui firman-Nya.
Iman bukan spekulasi, iman bukan takhayul, iman bukan harapan ngawur tanpa dasar. Benar, dasar iman bukanlah hal-hal yang rasional atau yang tangible. Tapi iman punya dasar yang kuat! Dasar iman adalah: perkataan Allah. Saya percaya dan taat karena Allah menyatakannya. Hidup dengan iman adalah hidup yang memegang dan mentaati pernyataan Allah–apapun situasinya, apapun konsekuensinya.
Penerapan:
Memohon agar saya ditolong untuk memiliki iman. Karena bukan pendidikan, kekayaan, status sosial, atau prestasi; melainkan iman-lah yang direkognisi oleh Tuhan.
Views: 2