1 Timotius 5:17-18
Masalah penghargaan finansial kepada hamba Tuhan penuh waktu bisa menjadi sumber konflik atua batu sandungan dalam jemaat. Paulus mengajarkan prinsip keseimbangan antara hamba Tuhan dan jemaat. Hamba Tuhan harus menunjukkan hidup bergantung kepada Tuhan dan sungguh-sungguh bekerja keras melayani; dan jemaat harus memikirkan pemenuhan kebutuhan bagai para hamba Tuhan yang melayani mereka.
Ayat 17. Paulus memberi petunjuk kepada Timotius tentang penghargaan (upah) yang harus diberikan kepada para pantua jemaat–khususnya mereka yang bekerja keras dalam pelayanan khotbah dan pengajaran. Konteksnya, pada zaman itu, para panatua adalah orang yang menyerahkan diri penuh waktu untuk melayani jemaat, sehingga nafkah mereka harus ditanggung oleh jemaat.
Ayat 18. Paulus mengingatkan prinsip bahwa para pelayan Tuhan berhak untuk memperoleh penghargaan finansial dari jemaat. Ia mengutip ayat di Perjanjian Lama: “Janganlah engkau memberangus mulut lembu yang sedang mengirik” (Ula. 25:4) dan perkataan Tuhan Yesus sendiri: “Seorang pekerja patut mendapat upahnya.” (Luk. 10:7). Jemaat bertanggung jawab untuk memikirkan dan menyediakan upah bagi para pelayan Tuhan yang telah bekerja dengan sungguh-sungguh.
Apabila mengkaitkan dengan petunjuk Tuhan Yesus sebelum mengutus para murid pergi memberitakan Injil, ada prinsip kebergantungan dan mengandalkan Tuhan yang harus dilakukan oleh para murid, sehingga mereka tidak boleh membawa bekal, tetapi belajar untuk mengandalkan pencukupan kebutuhan dari Tuhan saja. Jadi, sekalipun jemaat diperintahkan untuk memelihara para hamba Tuhan; sebaliknya para hamba Tuhan juga harus menunjukkan kehidupan yang bergantung kepada Tuhan–Luk. 10:4, 7.
Bukan para panatua yang menuntut untuk dihargai oleh jemaat–sebab tindakan menuntut untuk kepentingan mereka sendiri bisa menjadi kesaksian yang bukuk mengenai kebergantungan kepada Tuhan. Paulus dan Timotius–yang memikirkan dan mendorong jemaat–bukan untuk kebutuhan mereka sendiri, tetapi untuk kepentingan para hamba Tuhan yang melayani jemaat. Paulus dan Timotius sendiri juga mempraktekkan hidup bergantung kepada Tuhan saja.
Penerapan:
(1) Berdoa untuk kondisi dukungan finansial bagi para staf di pelayanan Perkantas Solo dan Karanganyar; agar Tuhan menggerakkan hati orang-orang yang dilayani untuk memikirkan bagaimana para staf ini memenuhi kebutuhan mereka.
(2) Secara khusus untuk pergumulan finansial yang sedang dialami oleh salah satu staf pelayanan; di mana kekurangan finansial menjadi alasan untuk tidak lagi melayani penuh waktu. Berdoa agar ia sungguh-sungguh menggumulkan panggilannya dan menaruh imannya kepada Tuhan.
(3) Berdoa untuk kemungkinan ikut berbicara dengan teman-teman BPR mengenai tidak hanya kondisi staf tersebut, tetapi juga staf-staf yang lain. Mengambil peran seperti Paulus dan Timotius untuk mendorong jemaat memikirkan para staf.
Views: 2