Aturan Tuhan itu Logis dan Realistis

1 Timotius 5:11-16

Aturan yang disampaikan Paulus kepada jemaat tidak semata-mata berdasarkan idelaisme yang membabi-buta, namun juga berdasarkan realitas yang ada. Argumennya logis dan realistis–tidak sekedar berdasar semangat kerohanian yang menyala-nyala. Perintah Tuhan itu realistis dan logis; tidak bertentangan dengan akal sehat manusia–karena Ia juga yang memberikan akal sehat kepada manusia untuk berpikir.

Ayat 11. Timotius harus menolak pendaftaran janda (untuk menerima dukungan gereja) yang lebih muda (kurang dari 60 tahun); karena mereka masih menghadapi keinginan alamiah secara seksual, yang masih membuka kemungkinan bagi mereka untuk menikah lagi, sehingga menceraikan mereka dari Kritus.

Paulus–di bawah pengilhaman Roh Kudus–memposisikan janda-janda yang didukung oleh jemaat sebaga mempelai Kristus. Ini lebih daripada status demografis, tetapi relasi spiritual dengan Kristus; degan meminta didukung oleh jemaat Kristus,. mereka menyerahkan diri kepada Kristus di dalam perlindungan dan pemeliharaanNya; dan bukan kepada manusia (suami/keluarga).

Ayat 12. Seorang janda yang telah menyerahkan diri kepada Kristus, namun kemudian karena dorongan kebutuhan alamiah seksual, memutuskan untuk menikah lagi–tidak ada larangan seorang janda menikah lagi, tetapi yang ditentangt adalah seorang yang membalik komitmenya kepada Kristus. Karena sikap itu akan mendatangkan hukuman Tuhan atas mereka.

Ayat 13. Alasan berikutnya adalah: janda-janda yang masih muda–yang masih punya energi–akan menghadapi tantangan yang berat untuk melawan kemalasan: keluar masuk rumah orang, tidak membiasakan diri untuk bekerja, mereka akan tergoda untuk bergosip, mencamputi urusan orang lain dan mengatakan hal-hal yang tidak pantas.

Ayat 14. Karena itu, Paulus minta agar janda-janda yang masih muda untuk menikah lagi, untuk membangun keluarga yang baru, sehingga mereka tidak menjadi batu sandungan, dan memberi kesempatan kepada lawan-lawan jemaat untuk memburuk-burukkan nama Tuhan dan jemaat.

Ayat 15-16. Paulus tidak menyampaikan aturan tentang bagaimana menyipaki eksistensi janda dalam jemaat ini bukan tanpa alasan. Melainkan juga berdasar pengalaman yang terjadi, bahwa ada beberap ajanda yang telah tersesat mengikuti Iblis. Karena itu, pritositas pertama yang memelihara para janda adalah keluarga mereka, dan jemaat atau gereja akan menopang mereka yang benar-benar janda.

Penerapan:
Berdoa untuk E dan Y agar mau dan bisa berpikir dengan jernih dan realistis, dan tunduk kepada prinsip firman Tuhan. Berdoa untuk teman-teman yang akan mendampingi, agar diberi hikmat dan kewibawaan Illahi untuk menolong mereka sampai pada keputusna yang benar di hadapan Tuhan.

Views: 2

This entry was posted in 1 Timotius, Perjanjian Baru, Saat Teduh. Bookmark the permalink.