Hakim-hakim 5:1-31
Setelah mengalami penindasan dengan sangat keras dari Yabin dan Sisera selama 20 tahun, TUHAN menyelamatkan umat-Nya dengan mengangkat pemimpin dan menyertai mereka untuk berperang. Di bawah pimpinan TUHAN, di dalam penyertaan TUHAN umat-Nya, yang semula begitu gentar dan lemah, mengalami kemenangan besar dan pasukan musuh yang jauh lebih kuat dapat dikalahkan.
Ayat 1-5 berisi puji-pujian tentang TUHAN yang dahsyat, yang maju berperang untuk umat-Nya. Kehadiran TUHAN di peperangan ditandani dengan fenomena alam: bui berguncang, langit dan awan tiris, dan gunung-gunung bergoyang.
Ayat 6-8 menggambarkan kondisi Israel yang ada dalam ketakutan dan penindasan, lemah dan gentar karena penjajahan/penundukan musuh. Pemimpin-pemimpin diam saja, tidak ada yang bangkit untuk menjadi hakim Israel, sampai Debora dibangkitkan oleh TUHAN. Tentara Israel tidak berdaya menghadapi serangan musuh, sekalipun jumlahnya besar, yitu 40.000 orang, tetapi mereka tidak berani mengangkat senjata melawan musuh.
Ayat 9-12 adalah pujian kepada TUHAN karena akhirnya TUHAN membangkitkan seorang pemimpin–yaitu orang yang rela untuk melakukan panggilan TUHAN. Penglima/pemimpin yng menawarkan dirinya dengan sukarela di antara bangsa Israel. Secara khusus, disebut nama orang yang menanggapi panggilan TUHAN untuk memimpin Israel, yaitu: Debora dan Barak.
Ayat 13-18 mencatat siapa saja yang mau bergabung untuk melakuka misi TUHAN berperang melawan orang Kanaan: suku EFraim, Benyamin, Makhr, Zebulon, Ishakar, dan Naftali. Tapi juga disebutkan suku mana yang tidak mau terlibat: suku Ruben, orang Gilead, suku Dan, serta suku Asyer tetap diam di wilayah mereka masing-masing an tidak turut mju bersama suku-suku yang lain.
Ayat 19-23 menggambarkan pertempuran yang terjadi antara orang Israel melawan orang Kanaan. Digambarkan bahwa orang-orang Kanaan dikalahkan oleh pasukan Israel. Kemenangan itu bukan karena kekuatanmiliter Israel, melainkan karena TUHAN berperang bagi umat-Nya: “Dari langit berperang bintang-bintang, dari peredarannya mereka [bintang-bintang] memerangi Sisera” (ayat 20). TUHAN menggerakkan alam denga hujan badai dan sungai Kison yang meluap sehigga menghanyutkan orang-orang Kanaan.
Ayat 24-30 berisi pujian kepada Yael, yang telah membunuh Sisera, panglima perang orang Kanaan. Panglima perang yang ditakuti itu dikalahkan oleh seorang perempuan–seorang ibu rumah tangga. Sisera yang selalu pulang dengan membawa kemenangan dan barang jarahan, sekarang hanya pulang nama karena mati di kemah Yael.
Ayat 31. Kesimpulan dari pujian ini: segala musuh TUHAN akan binasa, tetapi orang yang mengasihi TUHAN akan terbit terangnya seperti matahari.
Penerapan:
Tuhan berperang bersama umat-Nya. Jadi tidak perlu takut menghadapi tantangan atau musuh yang jauh lebih kuat, sebab Tuhan beserta umat-Nya. Yang diminta adalah: mengasihi Tuhan, berseru meminta pertolongan Tuhan, dan suka rela untuk ikut terlibat ketika Tuhan menggerakkan.
Views: 3