TUHAN Menolong dan Mengajar

Hakim-hakim 6:1-10

Berbagai bentuk malapetaka diijinkan oleh TUHAN menimpa umat-Nya, sebaai bentuk disiplin karena mereka meninggalkan TUHAN dengan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN. TUHAN bisa memakai berbagai cara untuk itu. Tetapi, sebagaimana firman-Nya kepada Israel yang tidak taat untuk menghalau bangsa-bangsa Kanaan, TUHAN memakai bangsa-bangsa itu sebagai jerat, sebagai alat untuk menguji dan mendisiplin umat-Nya.

Kali ini TUHAN menyerahkan Israel ke dalam tangan orang Midian. “Hanya” tujuh tahun–bandingkan dengan masa penindasan raja Yabin dan Sisera yang 20 tahun lamanya (Hak 4:3)–namun dampak kekuasaan orang Median ini sangatlah berat. Dari sisi psikologis: orang Israel dilanda ketakutan yang sangat besar sehingga mereka membuat tempat persembunyian di pegunungan (ayat 2). Orang Median datang seperti belalang dengan unta-unta yang tak terhitung banyaknya (ayat 5).

Secara ekonomi, umat TUHAN mengalami kehancuran total. Setiap kali mereka selesai menabur, maka orang-orang Median akan datang dan memusnahkan hasil tanah. Mereka tidak meninggalkan bahan makanan apapun di Israel, semua hasil bumi dan hewan ternak dijarah habis (ayat 4). Akibtanya, orang Israel menjadi sangat melarat (ayat 6).

Ketika orang Israel berseru-seru kepada TUHAN karena penderitaan yang mereka alami, TUHAN tidak diam saja. TUHAN mendengarkan dan berrespons kepada seruan mereka dengan mengutus sorang nabi. Nabi itu dipakai untuk menegor Israel: mengingatkan mereka bahwa penderitaan yang mereka alami bukan karena TUHAN tidak mengasihi mereka, sebab Ia telah menuntun mereka keluar dari Mesir dan membawa mereka ke tanah Kanaan (ayat 8-9). Penderitaan itu mereka alami karena mereka tidak taat kepada TUHAN dengan menyembah allah orang Amori (ayat 10).

Berbeda dengan waktu-waktu sebelumnya, di mana TUHAN langsung membangkitkan seorang pemimpin untuk menolong Israel dari penindasan musuh; kali ini TUHAN juga mengirim seorang nabi untuk menegor umat-Nya. TUHAN bertindak untuk menolong dengan disertai pengajaran kepada umat-Nya, agar mereka tidak hanya dibebaskan dari masalah, tetapi juga agar paham dan mengerti maksud TUHAN. Agar mereka belajar prinsip kebenaran dari peristiwa yang dialami.

Penerapan:
Meminta agar Tuhan menolong saya untuk mengerti apa makna dari peristiwa yang diijinkan-Nya terjadi dalam hidup saya. Agar saya tidak hanya ditolong lepas dari masalah atau malapetaka yang menimpa, tetapi agar saya belajar dan memahami kebenaran yang Tuhan mau tanamkan di dalam hati saya.

Views: 54

This entry was posted in Hakim-hakim, Perjanjian Lama, Saat Teduh. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *