Tuhan yang Meneguhkan Iman Umat-Nya

Lukas 23:56b-24:8

Para peremuan yang mengikuti Tuhan Yesus sampai ke kubur, menyaksikan bagaimana mayat Tuhan Yesus dibaringkan oleh Yusuf dan Nikodemus. Setelah pulang dari sana, para perempuan itu menyiapkan rempah-rempah dan mur, untuk menyelesaikan perawatan mayat Tuhan Yesus, karena kemungkinan perawatan yang dilakukan sebelum penguburan belum sempurna karena dilakukan dengan terburu-buru dalma waktu yang sempit sebelum Sabat mulai.

Hal ini juga menunjukkan bahwa Tuhan Yesus sudah benar-benar mati karena pengikutnya tidak berpikir bahwa Tuhan Yesus akan bangkit lagi. Bagi mereka, perjalanan hidup Tuhan Yesus sudah selesai dengan kematian-Nya dan penguburan-Nya. Mereka lupa–atau sulit sekali untuk menerima dengan pikiran–akan pernyataan Tuhan Yesus bahwa Ia akan bangkit pada hari yang ke tiga setelah kematian-Nya.

Tetapi, ketika pagi-pagi benar setelah Sabat mereka pergi ke kubur Tuhan Yesus membawa rempah-rempah dan mur yang sudah mereka siapkan, mereka mendapati batu penutup sudah terguling dari kubur itu. Mereka masuk ke dalam kubur, dan tidak menemukan mayat Tuhan Yesus. Tentu saja itu membuat mereka termangu-mangu (diaporeo: to be thoroughly perplexed, to be in much doubt, hesitate greatly); mereka sangat kebingungan, pikiran mereka sama sekali tidak bisa mencerna fakta yang mereka lihat (ayat 1-3).

Tapi Tuhan itu baik! Di dalam kebingungan mereka, tiba-tiba ada dua orang berdiri di dekat mereka, kedua orang itu memakai pakaian yang berkilau-kilauan (ayat 4). Dalam catatan Injil lain disebutkan bahwa keduanya adalah malaikat Tuhan yang turun dari langit dalam wujud laki-laki muda (Mat. 28:2; Mar. 16:5). Tuhan akan menolong umat-Nya yang ada di dalam kebingungan untuk mengerti kehendak-Nya–bahkan kalau perlu dengan cara mengirimkan malaikat-Nya dari langit!

Para perempuan itu sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tidak berani memandang malaikat itu. Tetapi, malaikat itu berkata kepada mereka untuk menolong mereka mengerti. Ada tiga hal yang dinyatakan Tuhan kepada para perempuan itu melalui malaikat. Pertama, pertanyaan teguran: “Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati?” (ayat 5), menunjukkan tindakan para perempuan itu tidak masuk akal–mencari orang hidup kok di kuburan.

Kedua, pemberitahuan mengenai fakta yang ada sekarang: “Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit.” (ayat 6). Ketiga, konfirmasi atau pengingatan kepada nubuat yang pernah Tuhan Yesus katakan kepada mereka di Galelia, bahwa Anak Manusia harus diserahkan kepada orang berdosa, disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga (ayat 6-7). Mendengar para malaikat itu, mereka menjadi teringat akan perkataan Tuhan Yesus (ayat 8).

Bagaimana pikiran dan perasaan para peremuan itu? Sejak Tuhan Yesus mati di Golgota dan kemudian maat-Nya dibaringkan di dalam kubur, pastilah mereka dipenuhi dengan kesedihan yang besar melihat penderitaan dan kematian Pribadi yang selama ini diikuti dan telah mengasihi mereka. Dan ketika mereka pulang dari kubur, pastilah ada rasa sedih dan putus harapan–this is the end. Sabat itu menjadi Sabat yang paling gelap bagi mereka–no more hope to see their Lord.

Tetapi, betapa sukacita hati mereka–walau mungkin masih tercampur dengan ketakjuban dan ketidakpercayaan, ketika pagi minggu pertama itu Tuhan menolong mereka dengan dua cara: (1) realitas/fakta bahwa kubur itu sudah kosong dan mayat Tuhan Yesus duah tidak ada di sana; (2) penjelasan akan fakta yang ada bahwa Tuhan Yesus sudah bangkit; dan (3) pengingatan/peneguhan akan janji firman Tuhan tentang kebangkitan Tuhan Yesus yang sudah pernah mereka dengar/terima.

Penerapan:
Terpujilah Tuhan yang bekerja untuk menolong iman umat-Nya. Ia tidak membiarkan umat-Nya hanya melihat secara empiris, tetapi Ia memberikan penjelasan apa artinya dan meneguhkan dengan nubuat atau janji yang pernah dinyatakan-Nya.
Ketika di dalam kebingungan atau keraguan, datang kepada Tuhan–minta Tuhan menolong untuk mengerti dengan cara-Nya dan meminta peneguhan melalui janji-Nya.

Views: 35

This entry was posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *