Category Archives: Saat Teduh

Kesabaran TUHAN untuk Orang Pilihan-Nya

Hakim-hakim 6:33-40 etika tiba waktunya, ketika orang Midian, Amalek, dan bangsa-bangsa lain bergabung untuk menjarah Israel, TUHAN memenuhi Gideon dengan Roh Kudus untuk mulai bergerak. Namun, di dalam kepenuhan Roh itu, Gideon masih memiliki keraguan yang harus diatasi oleh TUHAN. … Continue reading

Posted in Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

Tujuan Utama: Menyembah TUHAN

Hakim-hakim 6:25-32 ukan mengumpulkan pasukan perang yang pertama-tama diperintakan TUHAN kepada Gideon, melainkan membangun kembali mezbah untuk menyembah TUHAN. Setelah menyatakan diri kepada Gideon di tempat pemerahan anggur, pada malam harinya Tuhan berfirman kepadanya agar meruntuhkan mezbah dan menebang tiang … Continue reading

Posted in Hakim-hakim, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

TUHAN Sumber Keberhasilan

Hakim-hakim 6:11-24 alaikat TUHAN dengan mengambil rupa seoarng laki-laki datang ke tempat tinggal Gideon, di Ofram dan duduk di bawah pohon tarbantin. Di tempat itu, Gideon sedang mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur agar tersembunyi dari orang Midian. Gideon melakukan … Continue reading

Posted in Hakim-hakim, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

TUHAN Menolong dan Mengajar

Hakim-hakim 6:1-10 erbagai bentuk malapetaka diijinkan oleh TUHAN menimpa umat-Nya, sebaai bentuk disiplin karena mereka meninggalkan TUHAN dengan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN. TUHAN bisa memakai berbagai cara untuk itu. Tetapi, sebagaimana firman-Nya kepada Israel yang tidak taat … Continue reading

Posted in Hakim-hakim, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

Sukarela Terlibat dalam Kegerakan TUHAN

Hakim-hakim 5:1-31 etelah mengalami penindasan dengan sangat keras dari Yabin dan Sisera selama 20 tahun, TUHAN menyelamatkan umat-Nya dengan mengangkat pemimpin dan menyertai mereka untuk berperang. Di bawah pimpinan TUHAN, di dalam penyertaan TUHAN umat-Nya, yang semula begitu gentar dan … Continue reading

Posted in Hakim-hakim, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment