Mengikut sebagai Murid

2 Timotius 3:10-13

Prinsip dasar pemuridan adalah: mengikuti untuk dijadikan atau menjadi murid. Tuhan Yesus memanggil murid-murid untuk mengikuti Dia dan dijadikan penjala manusia. Ara ribuan orang yang secara fisik mengikuti perjalanan dan kehdiupan Tuhan Yesus, tetapi hanya murid-murid yang mengikuti, mempelajari, dan meneladani kahidupan Tuhan Yesus. Paulus menyatakan hal yang sama tentang Timotius, yang sudah mengikuti kehidupannya.

Ayat 10-11. Pada bagian ini Paulus memberikan apresiasi dan pujian kepada Timotius–sebagai kebalikan dari kecaman kepada para penyesat. Maka ayat ini dimulai dengan kata “Tetapi” menunjukkan bahwa apa yang akan ditulis merupakan kontras dari bagian sebelumnya. Paulus menyatakan bahwa Timotius telah mengikuti: ajarannya, cara hidupnya, pendiriannya, imannya, kesabarannya, kasihnya, dan ketekunannya.

Kata “mengikuti” (parakoloutheo), dari kata para (di samping, dekat) dan akoloutheo (mengikuti). Mengandung makna: melihat dengan dekat, selalu mengikuti untuk mengamati, dan juga mengikuti untuk melakukan hal yang sama. Timotius, ketika bersama atau terpisah secara fisik dengan Paulus, terus mengamat-amati dengan cermat, mempelajari, dan menirukan atau meneladani hidup Paulus.

Apa saja yang diamati, dipelajari, dan diteladani oleh Timotius? Ajaran (teaching/doktrin), cara hidup (conduct, perilaku), pendirian (tujuan, purpose), iman, kesabaran, kasih, dan ketekunan Paulus. Termasuk juga penganiayaan dan penderitaannya, sejak menjelang dan ketika pertama kali bertemu di Listra. Timotius sudah mendengar kabar tentang Paulus, dan melihat langsung ketika Paulus sampai di Listra. Dalam perjalanannya yang kedua, Paulus membawa Timotius dari Listra untuk memuridkannya.

Ayat 12-13. Kembali Paulus menyatakan sebuah kontras: sesungguhnya, semua orang yang ingin hidup saleh di dalam Kristus pasti akan dianiaya. Sebaliknya: orang-orang jahat dan para orang percaya palsu (yang menyaru sebagai orang percaya) akan terus menjadi jahat dan semakin jahat, mereka menipu tetapi juga ditipu orang lain. Dengan menyatakan ini, Paulus menguatkan Timotius bahwa kalau ia mengalami penderitaan–maka ia sedang ada di jalur yang benar: jalur Kristus.

Saya belajar banyak, saya membaca banyak, saya melihat banyak–dari hidup hamba-hamba Tuhan yang saya kenal pribadi maupun tidak. Pertanyaan yang harus terus saya ajukan adalah: apakah saya sekedar melihat, ataukah saya kemudian mengikuti/meneladani semua yang Tuhan nyatakan itu?

Penerapan:
Mengakui bahwa saya lebih banyak melihat dan merasa cukup dengan melihat atau mengerti, memuaskan intelektualitas saja, tetapi tidak selalu meneladani kehidupan hamba-hamba Tuhan.

Views: 2

This entry was posted in 2 Timotius, Perjanjian Baru, Saat Teduh. Bookmark the permalink.