Category Archives: Saat Teduh

Kemuliaan Panggilan Allah

Kolose 1:21-29 emaat sudah direkonsiliasikan di dalam Kristus melalui kematianNya, dengan tujuan untuk mempresentasikan jemaat kudus dan tak bercacat di hadapannya–asalkan jemaat tetap/melanjutkan dalam iman, teguh dan setia, tidak bergeser dari pengharapan kepada Injil yang sudah mereka terima. Jemaat tidak … Continue reading →

Posted in Kolose, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Kristologi

Kolose 1:15-20 aulus mengawali pengajaran di dalam suratnya dengan penjelasan tentang siapakah Kristus. Istilah yang biasa dipakai oleh para teolog adalah “Kristologi” (doktrin/pengajaran tentang Kristus). Doktrin ini penting untuk dipahami, karena ini adalah pondasi kehidupan orang percaya. Ketika pemahaman tentang … Continue reading →

Posted in Kolose, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Hidup Dalam Kehendak Tuhan

Kolose 1:1-14 aulus menjadi rasul Kristus karena kehendak Allah (ayat 1). Apakah saya sedang melakukan apa yang Allah kehendaki? Atau saya sedang melakukan apa yang saya kehendaki? Apa yang Allah kehendaki untuk saya lakukan dalam hidup saya? Apakah hari ini … Continue reading →

Posted in Kolose, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments

Hidup Adalah Peperangan Rohani

Efesus 6:10-24 asihat agar jemaat kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya–bukan dengan kekuatan jemaat sendiri, tetapi dengan mengenakan semua perlengkapan yang disediakan oleh Tuhan–tujuannya: agar jemaat bertahan melawan tipu daya Iblis–agar dapat melakukan perlawanan dan tetap berdiri teguh … Continue reading →

Posted in Efesus, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Hidup Rumah Tangga Illahi

Efesus 5:22-6:9 idup keluarga Allah di dalam relasi dengan sesama: suami-istri, orangtua-anak, tuan-hamba. Relasi suami istri dalam pernikahan orang percaya: (a) Istri menundukkan diri (subordinate) dan menghormati kepada suaminya, seperti kepada Tuhan, karena suami ditempatkan sebagai kepala istri (5:22-24); (b) … Continue reading →

Posted in Efesus, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment