Tuhan, Sahabat Sejati

1 Samuel 20:1-23

Sebuah gambaran relasi persahabatan yang tulus. Dan Daudlah yang mendapatkan kasih karunia dari Yonatan. Sebab berdasar berbagai alasan, Yonatan posisinya lebih tinggi, dan sebenarnya bisa untuk mencelakakan Daud. Tetapi karena kasihnya kepada Daud, maka Yonatan membuat perjanjian persahabatan dengan Daud: untuk melindunginya, untuk memberitahu apa yang akan terjadi, untuk membelanya.

Ayat 1-3. Sementara Saul sedang kerasuhan di Nayot, Daud lari dari Nayot ke Gibea untuk menemui Yonatan. Ia mengeluh kepada Yonatan mengapa Saul mengejar untuk membunuhnya. Yonatan berkata tidak mungkin Saul berbuat itu tanpa memberitahu dia. Dan Daud menjawab mungkin Saul merahasiakannya dari Yonatan, karena ia tahu Yonatan mengasihi Daud. Daud meyakinkab bahwa ia benar-benar hampir mati di tangan Saul.

Ayat 4-17. Untuk meyakinkan Yonatan, maka Daud bersepakat dengan Yonatan mengatur cara mengkonfirmasi dan membuktikan niat hati Saul kepada Daud. Dan Daud sungguh-sungguh meminta agar Yonatan memberitahukan hasilnya kepadanya. Yonatan bersumpah bahwa ia pasti akan memberitahu Daud mengenai sikap hati Saul supaya Daud selamat dari kematian. Tapi Yonatan juga meminta Daud agar bersumpah setia untuk mengasihinya dan keturunannya.

Ayat 18-23. Ini adalah cara yang digunakan Yonatan untuk mengkonfirmasi sikap Saul kepada Daud: Daud diminta tidak datang pada Perayaan Bulan Baru, sehingga tempat duduk Daud dalam cara itu akan kosong. Daud diminta bersembunyi di tepat di mana Yonatan akan mendatanginya di hari berikutnya. Apapun respon Saul tentang Daud, Yonatan akan memberitahu Daud dengan kode anak panah di tempat persembunyian Daud.

Gambaran kasih Tuhan kepada manusia. Tuhan sebenarnya tidak memerlukan manusia, dan Tuhan itu jauh lebih tinggi dan muliia dan kudus dan besar dan berkuasa; tetapi Ia memutuskan untuk turun ke bawah mengasihi manusia.

Terpujilah Tuhan Yesus “yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. ” (Fil. 2:6-8).

Tujuan kasih Tuhan kepada manusia berdosa adalah untuk menghentikan perseteruan dan menjalin relasi persahabatan, bahkan menjadikan orang berdosa bagian dari keluarga-Nya.

Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang “jauh” dan damai sejahtera kepada mereka yang “dekat”, karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa. Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah” (Efe. 2:17-19)

Views: 5

This entry was posted in 1 Samuel, Perjanjian Lama, Saat Teduh. Bookmark the permalink.