Tentang Blog Ini
-
Tulisan Terbaru
-
Pencarian
Kategori
Admin Blog
Category Archives: Perjanjian Baru
Jangan Puas Diri, Tapi Tekunlah Mengerjakan Panggilanmu
Wahyu 3:1-6 ota Sardis berlokasi sekitar 45 km di sebelah tenggara Tiatira, ada di jalur perdagangan yang penting, memiliki berbagai industri utama yang membuat kota ini kaya. Kota ini juga menjadi pusat penyembahan berhala karena memiliki kuil Dewi Artemis–seperti yang … Continue reading →
Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu
|
Comments Off on Jangan Puas Diri, Tapi Tekunlah Mengerjakan Panggilanmu
Hukuman Tuhan atas Izebel, Si Pezina dan Penyesat
Wahyu 2:18-29 iatira terletak sekitar 64 km di sebelah timur Pergamus. Kota ini jauh lebih kecil, dan jemaatnya juga lebih kecil. Akan tetapi mendapat pernyataan yang keras dari Tuhan Yesus. Setiap jemaat bernilai tinggi bagi Tuhan–tidak memandang jumlah, sebab satu … Continue reading →
Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu
|
Comments Off on Hukuman Tuhan atas Izebel, Si Pezina dan Penyesat
Jangan Mentolelir Kesesatan
Wahyu 2:12-17 ergamus disebut sebagi kota terbesar di Asia Kecil. Di sana dibangn kuli pertama untuk menyembah kaisar dan sangat bersemangat untuk medorong pemujaan kaisar sebagai tuhan. Mungkin itu yang menyebabkan kota ini disebut sebagai “tempat takhta Iblis” (ayat 13). … Continue reading →
Tuhan Sang Pemegang Kata Akhir
Wahyu 2:8-11 mirna adalah kota yang besar dan kaya, sekitar 56 km di sebelah utara Efesus. Tapi berbeda dengan Efesus yang tinggal reruntuhan, sampai sekarang Smirna masih berdiri dan berkembang menjadi kota pelabuhan modern tersibuk kedua dan kota terbesar ketiga … Continue reading →
Jangan Tinggalkan Kasih yang Mula-mula
Wahyu 2:1-7 ernyataan Tuhan Yesus Kristus–sebagai Raja Penguasa–kepada jemaat di Efesus menekankan betapa Tuhan menuntut hidup jmeaat yang dilandasi oleh kasih kepadanya. Tidak hanya doktrin yang murni, ketaatan ke kokoh, atau ketekunan dalam penderitaan. Kasih harus menjadi dasar dan alasan … Continue reading →
Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu
|
Comments Off on Jangan Tinggalkan Kasih yang Mula-mula