Prinsip Dasar Hidup Kristen

2 Timotius 2:11-14

Ada sikap hidup atau cara hidup yang harus dijalani oleh seornag percaya. Menjadai percaya tidak berarti ia bisa hidup sesuka hatinya–kehidupan semacam itu akan membuatnya kehilangan makna kehidupan yang sejati, atau hidup yang berkelimpahan (Yoh. 10:10). Cara hidup itu adalah: mati bersama Kristus, tekun dan setia, serta mempertahankan iman kepada Tuhan.

Ayat 11. Paulus mengingatkan Tiotius akan pengajaran atau prinsip paradoksal yang telah dipegang selama ini: “Jika orang percaya mati dengan Dia (Tuhan Yesus), orang itu akan hidup dengan Dia”. Seperti kehidupan kekal yang diterima oleh orang percaya itu diperoleh melalui kematian Tuhan Yesus, maka orang percaya harus mati bersama Kristus, untuk bisa menghidupi kehidupan yang diterimanya.

Tuhan Yesus menyatakan: “Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.” (Luk. 9:24). Jalan memperoleh kehidupan sejati adalah kematian: mati bagi dosa, hidup bagi Allah (Rom. 6:11), menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya (Gal. 5:24).

Ayat 12. Jika orang percaya bertekun di dalam Tuhan, maka orang itu akan ikut memerintah dengan Kristus. Siapa bertekun untuk mengikut Tuhan dan melakukan pekerjaan Tuhan melalui berbagai situasi dan penderitaan, ia akan dianugerahi tempat untuk memerintah bersama Kristus: ada upah yang diberikan kepada orang yang tekun mengikut Tuhan.

Ayat 12. Apabila orang menyangkal Tuhan Yesus, artinya ia tidak lagi percaya bahwa Tuhan Yesus adalah Juru Selamat dan menolak karya keselamatan Tuhan melalui Kristus, maka Kristus juga akan menyangkal orang itu. Ini adalah pringatan terhadap bahaya kemurtadan.

Ayat 13. Apabila orang percaya tidak beriman, atau mengalami lemah iman untuk percaya dan mengandalkan Tuhan. Tuhan tetap setia. Sebab sekali seorang menajdi anak Allah–sekalipun ia mengalami pergumulan iman, Tuhan akan menjaga hidupnya di dalam tanganNya: “Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.” (Yoh. 10:29).

Ayat 14. Paulus memeirntahkan agar Timotius terus mengajarkan dan mengingatkan prinsip-prinsip kehidupan itu kepada jemaat. Supaya jemaat hidup berdasar prinsip-prinsip yang mendasar itu, dan tidak terjebak dalam silat kata atau argumen yang tidak berguna dan membuat kebingungan atau kekacauan. Hidup Kristen iu sederhana, orang berkilah dan berdebat dan membuat berbagai alasan, karena mereka tidak mau menjalani hidup sebagai pengikut Kristus yang sejati.

Penerapan:
Saya mengakui bahwa ketika saya membuat alasan atau argumentasi, itu karena saya tidak mau tunduk kepada kehendak Tuhan. Saya bisa menyederhanakan hidup saya dari berbagai polemik dan keruwetan dengan cara pikir/hidup yang sederhana: mentaatai apa yang Tuhan nyatakan.

Views: 2

This entry was posted in 2 Timotius, Perjanjian Baru, Saat Teduh. Bookmark the permalink.